Salah satu orang tua yang memprotes Elah, Ai Suherni (37), menceritakan dirinya mendengar 'penyimpangan' tersebut dari anaknya, Anisa Salsa Kinanti (14). Buah hatinya bercerita telah diislamkan lagi oleh Elah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tersebut, lanjut Ai, Elah mengelak dan mengklaim dirinya benar. "Teguh pendirian kalau dia benar, padahal menurut kami ada yang beda (menyimpang)," ujar Ai.
Selain itu, menurut Ai, Elah pernah berkata bahwa dakwah lebih penting dibanding salat. "Dapat dalil dari mana dia? Menurut saya justru salat lebih penting," kata Ai.
Ia menyesalkan sikap Elah yang tidak meminta maaf atas tindakannya itu. "Dia tidak mau meminta maaf, menganggap dirinya benar," ucap Ai.
Sementara itu, ayahanda Anisa, Yudi Hafidin (39), berharap kampungnya tidak kisruh berlarut-larut akibat kehebohan Elah. "Ya, balik tentram dan tenang. Tidak seperti sekarang, ramai," ujar Yudi. (bbn/aan)











































