Ketua RW 15 Kampung Bojong, Engkus Kusman mengumpulkan informasi soal sosok perempuan tersebut. Dia mengatakan, aliran yang diajarkan Elah di Kampung Bojong sudah tercium sejak 2015.
"Sebelum pindah ke kampung saya (di Kampung Bojong), Elah tinggal di kampung dekat suaminya bekerja yaitu di Kampung Babakan Sukamulya. Waktu di Kampung Babakan itu, Elah kabaranya mengajarkan pelajaran menyimpang sehingga ditolak dan diusir warga," kata Engkus saat dihubungi detikcom via telepon, Jumat (14/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengajiannya sudah lama. Sebelumnya, pas 2015, pernah ramai dan menggegerkan warga sini," ujarnya.
Engkus mengaku belum pernah menyaksikan langsung soal tudingan yang menyebut Elah mengajarkan salat menghadap matahari. Ia sebatas mendengar pengakuan dari sejumlah santri Elah.
Menurut Engkus, pengajian anak dan ibu-ibu kampung dilaksanakan di rumah Elah. Namun warga tidak dapat melihat kegiatan yang di dalam rumah tersebut.
"Pintu ditutup. Gorden ditutup. Istilahna dipoekan (istilahnya digelapkan)," ujar Engkus berbahasa Sunda.
Dia menjelaskan, Elah tinggal bersama suaminya yang berusia lebih muda. "Dia punya tiga anak," ucap Engkus.
Setelah beberapa hari lalu warga sekampung heboh, Engkus menyebut Elah tidak diketahui keberadaannya.
Atas informasi ini, polisi masih menyelidiki informasi tersebut. "Saya cek," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Yusri Yunus via pesan singkat.
(bbn/rvk)











































