"Statement Cak Imin harus dilihat utuh," ujar Gus Ipul kepada wartawan di gedung DPRD Provinsi Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Jumat (14/7/2017).
Gus Ipul, Wagub Jatim yang pernah bertarung dengan Khofifah pada pilgub Jatim sebelumnya, menyebut pernyataan Cak Imin dilontarkan dalam konteks untuk lingkup internal Nahdlatul Ulama.
"Ini sebenarnya konteksnya ke dalam, ke lingkungan NU. Melanjutkan apa yang disampaikan para kiai. Jangan terus digaris melarang orang maju," katanya.
Menurut dia, pada era demokrasi, tidak ada yang bisa melarang orang maju dalam Pilgub Jatim. Namun yang diutarakan Cak Imin untuk menunjukkan pembagian tugas pengabdian bagi kader NU.
"Kedua, berbagai peran. Yang ini, ini. Yang itu, itu," ujarnya.
Sedangkan pesan ketiga yang ditangkap Gus Ipul dari pernyataan Cak Imin adalah mempersilakan siapa pun, termasuk Khofifah, untuk maju dalam pilgub.
"Kalau bisa maju, ya silakan maju. Kalau tidak bisa, ya tidak usah. Jadi statement-nya Cak Imin harus dilihat utuh," jelasnya.
Gus Ipul sendiri mengaku berterima kasih mendapatkan dukungan dari para kiai untuk maju dalam Pilgub Jatim 2018.
"Saya berbesar hati mendapatkan dukungan dari para ulama, para kiai. Ya ada juga yang tidak sedikit memberikan saran, masukan, kritikan, usulan macam-macam. Semua ini kita pelajari, kita dalami, kita cermati," tuturnya.
Dia mengatakan komunikasi yang dilakukannya dengan pengurus DPW PKB Jatim ke berbagai partai politik bertujuan menjalin silaturahmi. Tersisa satu pengurus parpol di Jatim yang belum ditemuinya, yakni Partai Gerindra.
"Karena di Gerindra, dari awal sudah punya sikap. Paling nggak, DPD di sini (DPD Partai Gerindra Jawa Timur) sudah punya sikap dari awal (tidak mendukung Gus Ipul)," ujarnya.
"Pokoknya kita membuka diri dengan siapa pun untuk komunikasi. (Tahapan pilgub) Ini kan masih panjang sampai Februari 2018," katanya. (roi/fdn)











































