DetikNews
Jumat 14 Juli 2017, 19:04 WIB

Nelayan Lega Usai Bahas 'Penggoyang' Susi dengan BIN, Ini Alasannya

Fitang Budhi Adhitia - detikNews
Nelayan Lega Usai Bahas Penggoyang Susi dengan BIN, Ini Alasannya Perwakilan nelayan dengan perakilan BIN (Fitang/detikcom)
Jakarta - Asosiasi nelayan sudah bertemu dengan perwakilan Badan Intelijen Negara (BIN). Mereka mengaku sudah mendapat penjelasan mengenai pernyataan Kepala BIN Budi Gunawan (BG) tentang adanya kekuatan mafia kartel yang ingin menggoyang posisi Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Para nelayan, yang terdiri dari Masyarakat Perikanan Nusantara dan Asosiasi Budaya Ikan Laut Indonesia didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPR Daniel Johan, bertemu dengan Deputi VI Bidang Komunikasi dan Informasi BIN Sundawan. Pertemuan itu berlangsung di Anggrek Lounge Hotel Bidakara, Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (14/7/2017).



Saat pertemuan berlangsung, tampak perwakilan nelayan dan asosiasi perikanan duduk bersama mengelilingi meja. Mereka berbincang secara cair selama kurang-lebih dua jam.

Sundawan menyebut pernyataan BG soal kartel di bidang pangan sebagai sebuah peringatan dini. Dia mengatakan jangan sampai ada pihak yang menjadi korban akibat kartel ini.

"Statement beliau tentang mendeteksi dini, bagaimana memberikan peringatan dini. Jangan sampai ada yang menjadi korban, baik nelayan maupun di pemerintahan, Ibu Susi kan bagian dari pemerintahan. Saya kira wajar Pak Kepala menyampaikan demikian," kata Sundawan.

"Ada satu titik yang kita hadapi bersama, maka itu kita berbincang dengan beliau karena perbincangan ini sangat konstruktif," ucapnya.

Nelayan Lega Usai Bahas 'Penggoyang' Susi dengan BIN, Ini AlasannyaFoto: Fitang/detikcom


Sudarman mengatakan pihaknya akan terus mem-follow up masalah kartel itu. Namun dia memastikan BIN tidak akan mencampuri kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan, yang dipimpin Menteri Susi.

"Kami justru di situ bagaimana menciptakan situasi kondusif karena sudah mulai muncul gerakan seperti kemarin aksi. Nah, ini akan menjadi tidak elok kira-kira kalau berkembang terus seperti ini," ucap Sundawan.

Sementara itu, perwakilan asosiasi nelayan dan masyarakat perikanan mengaku lega. Dalam pertemuan tersebut, BIN menjelaskan kartel yang dimaksud BG bukanlah mereka.

"Intinya, kami lega karena Pak Kepala BIN yang dimaksudkan bukan kami-kami ini dan bukan nelayan dan bukan stakeholder, pengusaha, tapi kekuatan-kekuatan lain," kata Ketua Masyarakat Perikanan Nusantara Ono Surono dalam kesempatan yang sama.



Ono mengatakan pernyataan BG tentang kekuatan kartel yang ingin mengganti Susi membuat mereka resah. Pasalnya, mereka merasa bergerak di bidang perikanan.

"Nah tentunya kita juga ingin mengetahui siapa kartel itu dan perannya. Karena memang isu-su terkait dengan kelautan dan perikanan ini bukan hanya kemarin, tapi sudah hampir 3 tahun semenjak Ibu Susi menjabat," kata dia.

Wakil Komisi IV DPR Daniel Johan, yang ikut dalam pertemuan, mengaku bersyukur kesalahpahaman dari statement BG sudah diselesaikan. Dia menyatakan hanya menjadi perantara soal permasalahan ini.

"Kita sudah menjembatani nelayan-nelayan, seluruh stakeholder yang sempat berpikir apa maksud dari pernyataan Pak Kepala BIN dan sudah saling mengklarifikasi masing-masing," tutur Daniel.

Nelayan Lega Usai Bahas 'Penggoyang' Susi dengan BIN, Ini AlasannyaPertemuan nelayan dengan perwakilan BIN (Fitang/detikcom)

"Yang pasti tadi saya sudah tegaskan yang dimaksud bukannya nelayan, stakeholder perikanan tetapi ini bagian dari peringatan dini agar reaksi-reaksi nelayan yang terdampak itu tidak dimanfaatkan untuk hal-hal yang di luar kepentingan nelayan," imbuhnya.

Daniel pun menyatakan, dalam pertemuan ada kesepakatan antara BIN dan asosiasi nelayan. Kesepakatan itu adalah asosiasi nelayan mendorong BIN untuk melakukan penelitian mengenai potensi kerusuhan sosial terkait kebijakan-kebijakan yang dianggap merugikan nelayan.

"Karena kita harus memberikan kanal-kanal jangan sampai setelah ini karena ini urusan perut nelayan-nelayan di berbagai daerah melakukan tindakan-tindakan yang kita tidak inginkan sehingga jangan ada kalimat BIN kecolongan," kata Daniel.

Politikus PKB ini juga membicarakan soal kinerja Menteri Susi di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Daniel berharap agar kebijakan yang dikeluarkan Susi tidak berdampak pada kehidupan nelayan serta tidak menjadikan kepercayaan nelayan terhadap Presiden Joko Widodo menjadi luntur.

"Karena nelayan itu yang kemaren hadir (demo) bukan hanya memilih presiden mereka tuh malah aktif dulu mengkampanyekan pak Jokowi sehingga kita berharap kepercayaan rakyat, 15 juta (nelayan) terdampak, terjaga sehingga tidak menimbulkan kerawanan tapi tetap menjadi kekuatan mewujudkan visi maritim," sebutnya.

Sebelumnya, BG mengatakan ada operasi intelijen yang sangat masif dengan tujuan menjatuhkan produk lokal. Selain itu, kondisi ekonomi Indonesia dikuasai kartel pangan dan energi yang sulit diberantas.

Kekuatan kartel itu disebut ingin menyingkirkan Susi dari posisi menteri. Bahkan BG menyebut salah satu serangan balik terhadap Susi yang berusaha memberantas kartel adalah dengan demo-demo nelayan beberapa waktu lalu.
(ams/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed