DetikNews
Jumat 14 Juli 2017, 16:42 WIB

Ini Rekomendasi Ditjen Hubla soal KM Zahro yang Terbakar

Samsdhuha Wildansyah - detikNews
Ini Rekomendasi Ditjen Hubla soal KM Zahro yang Terbakar Tim KNKT membawa dinamo KM Zahro Express untuk dianalisis, (Foto: Jabbar Ramdani/detikcom)
Jakarta - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menyebut penyebab terbakarnya Kapal Motor (KM) Zahro Express di perairan Kepulauan Seribu berasal dari generator. Dari hasil investigasi, KNKT juga menemukan fakta mengenai proses evakuasi yang mengalami kendala.

"Pintu akses belakang kurang menjadi pilihan bagi para penumpang dikarenakan posisi kebakaran berada di area sekitar buritan. Beberapa penumpang yang berada di ruang akomodasi geladak atas memilih untuk menempuh jalur evakuasi buritan tetapi sebagian besar mencoba meloloskan diri melalui area haluan," ucap investigator pelayaran KNKT Bambang Safari Alwi di Terminal Pelabuhan Kali Adem, Muara Angke, Jakarta Utara, Jumat (14/7/2017).

Bambang lalu menyampaikan 6 rekomendasi dari Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) untuk penyedia layanan penyeberangan, yaitu:

1. Memastikan semua gambar-gambar yang diperlukan dalam proses sertifikasi kapal telah diterima dan disahkan sesuai dengan persyaratan yang ada
2. Dalam memberikan catatan-catatan rekomendasi agar disesuaikan dan mencantumkan peraturan yang digunakan
3. Agar mengintensifkan sosialisasi Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut nomor: HK103/2/8/DJPL-17 tentang petunjuk kapal tradisional pengangkut penumpang
4. Pemasangan dinding penahan atau penyekat api pada sekat kamar mesin dengan pelat tipis
5. Pemasangan alat pemadam kebakaran di ruang mesin yang dapat dioperasikan dari luar (portable fire extinguisher dengan pipa extension ke ruang mesin)
6. Kapal hendaknya diwajibkan melapor posisinya setiap 30 menit (disesuaikan dengan kondisi lokal) kepada operator radio pantai dan sekaligus menanyakan kondisi cuaca

Sebelumnya di tempat yang sama, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono mengatakan kebakaran itu berasal dari api yang muncul dari generator. Kemudian, api menyambar bangunan kayu kapal.

"KNKT menemukan bahwa kebakaran berawal dari generator yang selanjutnya menyambar bangunan kayu. Berdasarkan penelitian dan pengujian terhadap generator yang mengalami masalah, didapat adanya tanda-tanda goresan yang menunjukkan adanya gesekan anatara stator dan rotor yang menimbulkan adanya lompatan bunga api (electric spark)," kata Soerjanto.

Dia mengatakan, ada tanda gesekan pada permukaan stator dan rotor tersebut dan tanda electric spark. Gesekan antara stator dan rotor diakibatkan adanya kerusakan bearing penopang rotor yang jaraknya kecil. Adanya kerusakan pada bearing, titik putar poros jadi bergeser.

Selain itu, api semakin cepat menyambar karena adanya kandungan bahan bakar solar yang menempel pada pelapis geladak. Menurutnya, dampak kecelakaan semakin besar karena penanganan kebakaran tidak maksimal.

KM Zahro Express terbakar pada Minggu (1/1) sekitar pukul 08.30 WIB. Kapal ini terbakar saat hendak menuju Kepulauan Seribu.

Kebakaran juga ini menyebabkan tewas 24 orang korban meninggal dunia dan 197 orang selamat. Polisi sudah menetapkan nakhoda kapal wisata KM Zahro, M Nali sebagai tersangka dalam kasus ini.


(dhn/fdn)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed