Satu ton sabu tersebut tadinya hendak dipindahkan dengan diangkut menggunakan dua unit mobil yakni Toyota Innova bernopol B 8103 HM dan Toyota Avanza warna hitam. Tersangka Lin Ming Hui yang diketahui sebagai pimpinan dari jaringan itu membawa mobil Innova untuk mengangkut sabu tersebut.
Mobil jaringan 1 ton sabu (Foto: Mei Amelia/detikcom) |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara dua ban kiri mobil juga gembos akibat tertembak peluru polisi. Kaca bagian kanan depan juga pecah dan ditutupi dengan kardus. Selain mobil, barang bukti 1 ton sabu juga sudah diamankan di Mapolda Metro Jaya.
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nico Afinta yang memimpin operasi tersebut mengatakan timnya terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur dengan menembak mati tersangka Lin Ming Hui.
Tembakan petugas itu menewaskan satu orang tersangka yakni Lin Ming Hui. Hui diketahui merupakan bos atau pimpinan dari jaringan tersebut.
"Satu orang pimpinannya kami tindak tegas karena yang bersangkutan membawa mobil langsung menabrakkan mobilnya kepada anggota (yang) berhadap-hadapan," ujar Nico Afinta yang didampingi Kapolresta Depok Kombes Hery Heryawan yang memimpin operasi, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (14/7/2017).
Petugas sudah memperingatkan untuk berhenti di tempat. Namun Hui melawan dengan menancap gas mobil Toyota Innova yang dikemudikannya.
"Kemudian masih terus digas sehingga anggota melompat keluar, lalu yang bersangkutan ditindak tegas dan luka-luka," imbuhnya.
Petugas kemudian membawanya ke rumah sakit. Namun Hui tewas dalam perjalanan menuju ke rumah sakit.
Sementara polisi berhasil menangkap dua tersangka lainnya yakni Chen Wei Cyua, Liao Guan Yu. Sedangkan tersangka Hsu Yung Li sempat melarikan diri.
Namun pelarian Li tidak berlangsung lama. Pada Kamis (13/7) sore kemarin, ia ditangkap polisi di Jl Raya Anyer, setelah salah menyetop bus. (mei/dhn)











































Mobil jaringan 1 ton sabu (Foto: Mei Amelia/detikcom)