Dukungan diterima Pansus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/7/2017). Pansus Hak Angket yang dipimpin sang ketua, Agun Gunandjar Sudarsa, menerima dua kelompok itu.
Kelompok pertama menamakan diri sebagai Koalisi Masyarakat Pendukung Pansus KPK. Kemudian kelompok kedua bernama Jaringan Islam Nusantara (JIN).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami muak dengan mobilisasi opini, mobilisasi massa oleh KPK," ungkap Ketua Presidium JIN, Razikin Juraid saat menyatakan dukungannya.
"Pansus KPK adalah satu institusi yang disediakan negara. KPK berjalan 15 tahun, indeks korupsi kita tidak menurun," imbuhnya.
Sebelumnya di hari yang sama, Pansus angket KPK juga menerima petisi penolakan. Penolakan terhadap Pansus Angket KPK datang dari PP Pemuda Muhammadiyah.
Madrasah Anti Korupsi PP Pemuda Muhammadiyah menjadi perwakilan audiensi yang berlangsung di gedung DPR, Senayan, Jakarta (14/7). Mereka dipimpin Direktur Madrasah Anti Korupsi PP Pemuda Muhammadiyah, Virgo Sulianto Gohardi, dan juga ditemui langsung oleh Ketua Pansus KPK Agun Gunandjar.
"Penolakan kami bukan karena desakan tapi murni nalar kami yang lurus," kata Virgo menjelaskan alasan penolakan terhadap angket KPK. (gbr/elz)











































