"Kita bahas dalam simposium ini tema tersebut sehingga mendapat masukan konkrit sehingga memperoleh grand design mengenai nasionalisme dalam waktu panjang yang akan datang," ujar Kepala Pusltbang Lektur Kemenag Choirul Fuad Yusuf di kantor Kemenag, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (14/7/2017).
Simposium tersebut diagendakan akan dilaksanakan pada 18 hingga 21 Juli 2017 di Hotel Lor International, Sentul, Bogor. Berbagai tokoh akademisi nasional hingga internasional akan hadir dalam simposium tersebut.
Simposium akan dibuka oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Tokoh yang akan hadir dalam simposium tersebut di antaranya Kepala Badan Litbang Kemenag Abdul Rahman Mas'ud dan Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Azyumardi Azra.
Choirul berharap dari simposium tersebut dapat menghasilkan konsep nasionalisme yang sesuai dengan ideologi bangsa. Dia mengatakan tujuan akhir dari simposium itu nantinya dapat digunakan sebagai khazanah untuk memperkuat dan memperkokoh persatuan bangsa.
"Dalam simposium ini dibahas nasionalisme sebagai paham ideologi bangsa yang meyakini prinsip. Dan bahwa negara adalah diperkuat dan diperkokoh dalam rangka menjaga dan melindungi warganya," ujarnya.
Peserta yang diundang dalam simposium ini berjumlah 150 orang dari berbagai kalangan. Terdapat 48 makalah yang akan dibahas dengan berbagai perspektif dari tokoh yang hadir. (fdu/dhn)











































