DetikNews
Jumat 14 Juli 2017, 15:29 WIB

Jaksa Teliti Kelengkapan Berkas Kasus SMS Ancaman Hary Tanoe

Yulida Medistiara - detikNews
Jaksa Teliti Kelengkapan Berkas Kasus SMS Ancaman Hary Tanoe Hary Tanoe/Foto: Ari Saputra
FOKUS BERITA: Hary Tanoe Tersangka
Jakarta - Kejaksaan Agung sudah menerima pelimpahan tahap pertama berkas kasus SMS ancaman dengan tersangka Hary Tanoesoedibjo. Berkas yang dikirim polisi masih diteliti jaksa.

"Sudah diterima sejak Senin (10/7) yang lalu," kata Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Noor Rachmad di Kejaksaan Agung, Jl Sultan Hasanuddin, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (14/7/2017).

"Itu dari Mabes dibawa ke Pidum, masih diteliti oleh jaksa apakah itu lengkap atau tidak nanti lihat hasil penelitian mereka," ujar Noor.

Hary Tanoe menjadi tersangka karena SMS yang dikirim ke jaksa Yulianto disangkakan mengandung unsur ancaman. Polisi menjerat Hary Tanoe dengan Pasal 29 UU Nomor 11/2008 tentang ITE jo pasal 45B UU Nomor 19/2016 tentang Perubahan UU ITE Nomor 11/2008. Ancaman pidana penjaranya 4 tahun.

Hary Tanoe saat ini sedang mengajukan permohonan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan agar status tersangkanya dicabut.

Melalui kuasa hukumnya, Munathsir Mustaman menyebut prosedur penyidikan perkara itu tidak sesuai putusan MK nomor 130 tahun 2015 yang menyebut Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) wajib dikirimkan ke pelapor, terlapor, dan jaksa penuntut umum.

Munathsir menyebut proses penyidikan kasus SMS ancaman menyalahi Pasal 109 KUHAP. Dalam pasal itu, menurut Munatsir, disebutkan SPDP harus dikirim kepada terlapor dan pelapor dalam kurun 7 hari. Namun kenyataannya SPDP baru dikirim 47 hari kemudian.


(yld/fdn)
FOKUS BERITA: Hary Tanoe Tersangka
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed