AR Dikenal Jago Ilmu Kalam

Pencabulan Mahasiswi UPI

AR Dikenal Jago Ilmu Kalam

- detikNews
Jumat, 06 Mei 2005 11:35 WIB
Bandung - Ustadz AR dan Melati, korban pencabulan, saling bercerita. Pengakuan keduanya, berbeda 180 derajat. Siapa AR sebenarnya? Di kalangan Ponpes Daarut Tauhiid (DT), AR dikenal sebagai jago Ilmu Kalam. Nama aslinya memang berinisial AR. Tapi, di kalangan Ponpes DT, dia terkenal dengan nama berinisial AD. Namanya pun sangat dikenal oleh kalangan DT. Bila diperhatikan, pria berkacamata dan berperawakan agak gemuk ini sering tampil bersama Aa Gym dalam acara-acara pengajian. Dia dikenal cukup dekat dengan Aa Gym, pimpinan Ponpes DT. AR bergabung dengan DT tahun 2000. Dia dikenal jago 'Ilmu Kalam'. Ilmu Kalam adalah nama lain ilmu theologi Islam, ilmu yang membahas tentang Ketuhanan. Ada yang menyejajarkan ilmu ini dengan dua ilmu penting dalam Islam, Ilmu Fiqih dan Ilmu Tasawuf. Saat ditemui detikcom di rumahnya, di kawasan Antapani, Bandung, Kamis (5/5/2005) kemarin, AR mengaku berasal dari keluarga yang berlatar pondok pesantren. Banyak saudara dan keluarganya dikenal sebagai ulama yang dikenal masyarakat. Saat bergabung di DT, AR ditempatkan dalam sebuah tim yang dinamakan 'Asaatidz' (kumpulan ustadz) di bawah Departemen Pendidikan DT. Tim Asaatidz ini mengurusi dan mengatur jadwal ceramah DT, termasuk masalah konsultasi. Bagaimana AR di mata para koleganya di Ponpes DT? Banyak cerita tentang hal-hal positif tentang AR. Namun, ada juga yang menanggapi AR dengan tanggapan yang negatif. Memang, manusia tidak ada yang sempurna, termasuk ustadz atau kiai sekali pun. Menurut Yadi, AR memang orang terpilih di DT. "Dia direkomendasi bergabung dengan tim Asaatidz ini. Orang-orang yang tergabung dengan tim ini terpilih," ungkap Yadi, salah seorang anggota Asaatidz saat ditemui di Pondok Pesantren DT, Geger Kalong, Bandung, Kamis (5/5/2005). Yadi cukup mengenal AR. Yadi lebih dulu bergabung DT dibanding AR. Yadi masuk ke pondok pesantren yang dulu dikenal dengan 'Bengkel Akhlak' ini pada tahun 1995, satu tahun setelah DT berdiri di Geger Kalong. Yadi tampak berusaha objektif untuk melihat sosok AR. Dia merasa gara-gara kasus AR ini, nama DT dan Aa Gym jadi tercemar. "Benar atau salah, kasus ini memang telah mencemarkan nama baik lembaga," kata pria asal Cirebon ini. Salah satu cara agar kasus ini tuntas dan DT tidak terbawa-bawa, menurut dia, AR harus meminta maaf di sejumlah media, termasuk kepada DT. "Kalau saya punya kuasa di sini, saya akan meminta AR meminta maaf. Gara-gara kasus ini, Aa Gym bisa tidak tenang dalam umrohnya kali ini," keluh Yadi. Menurut Yadi, saat ini AR memang sudah tidak lagi bekerja di DT. Dia sudah dikeluarkan pada tahun 2004 lalu. Pemberhentian AR, salah satunya juga atas rekomendasi Aa Gym. Di mata Yadi, AR tidak hanya punya kelebihan. AR juga punya kekurangan sebagai manusia. Yadi menyebutkan istilah sebutan AR di ponpes ini. Tapi, sayang sebutan itu tidak etis diberitakan ke publik. Tapi, sebutan itu memang tidak jauh-jauh dari masalah akhwat. Kepada detikcom, AR sudah membantah tuduhan Melati soal tindakan pencabulan di Hotel Anugerah, Ledeng, Bandung. Dia juga telah membantah mengawini Melati secara mut'ah. "Itu semua fitnah," kata AR yang saat ini beraktivitas sebagai pengasuh pengajian di sebuah masjid di Antapani, Bandung. (asy/)



Berita Terkait