"Karena Simpang Susun Semanggi seperti yang kalian tahu itu tdak menggunakan pencahayaan yang berbasis kepada tiang-tiang. Tapi di bawah, melalui LED dan bisa diprogram sehingga kita menampilkan warna pencahayaan yang bervariasi. Warna-warni di situ," ujar Djarot kepada wartawan di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (14/7/2017).
Djarot berencana melakukan pengecekan ulang kelengkapan fasilitas Simpang Susun Semanggi. Pengecekan dilakukan setelah sertifikat laik fungsi (SLF) diterbitkan Kementerian PUPR.
"Begitu SLF turun maka kami akan cek kembali fasilitasnya. Kita menginginkan bukan hanya kekuatannya saja, tapi ornamen-ornamen yang memperindah dan mempercantik Simpang Susun Semanggi itu bisa dicek juga terutama dari sisi lighting, pencahayaannya," sambung Djarot.
Soal nama Simpang Susun Semanggi, Djarot mengatakan, keputusan akan dibahas dalam rapat pimpinan (Rapim). Djarot mengatakan ada usulan agar nama Simpang Susun Semanggi menjadi Simpang Baja Semanggi. Namun Djarot menginginkan agar tak ada perubahan nama.
(irm/fdn)











































