Wiranto: Perppu Ormas untuk Selamatkan NKRI dan Jaga Stabilitas

Wiranto: Perppu Ormas untuk Selamatkan NKRI dan Jaga Stabilitas

Cici Marlina Rahayu - detikNews
Jumat, 14 Jul 2017 12:35 WIB
Wiranto: Perppu Ormas untuk Selamatkan NKRI dan Jaga Stabilitas
Menkopolhukam Wiranto bersama Forum Advokat Pengawal Pancasila (Foto: Cici Marlina Rahayu/detikcom)
Jakarta - Menko Polhukam Wiranto merasa bersyukur para pakar hukum seperti Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) memahami pentingnya Perppu Nomor 2 tahun 2017 tentang ormas. Wiranto menyebut kehadiran Perppu tentang ormas untuk menjaga NKRI dan stabilitas negara.

"Perppu ini kepentingan yang mendesak untuk menyelamatkan NKRI, menjaga stabilitas, dan pembangunan kita berlanjut tanpa halangan," kata Wiranto dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Jumat (14/7/2017).

Wiranto menepis kehadiran Perppu itu sebagai rekayasa pemerintah. Dia meminta kehadiran Perppu itu dipolitisasi dengan tuduhan kesewenang-wenangan pemerintah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau kita bicara demokrasi, kebebasan itu diberikan sebebas-bebasnya, kebebasan berserikat menyatakan pendapat, tapi bukan kebebasan yang tanpa batasan. Batasan adalah hukum dan Undang-undang," tuturnya.

"Pemerintah betul-betul menggunakan itu untuk mengatur organisasi kemasyarakatan. Jangan di balik-balik, bahwa pemerintah akan menghabisi, seakan-akan akan menghabisi ormas Islam, Perppu ini tidak akan mendiskritkan masyarakat muslim," imbuhnya.

Wiranto juga mengatakan hal ini dilakukan semata-mata untuk merawat kesatuan bangsa. Agar tidak lagi ada hal-hal yang membuat masyarakat bingung.

"Semata-mata untuk merawat kesatuan bangsa, agartidak muncul lagi hal-hal yang justru membuat masyarakat bingung," ucapnya.

Ormas yang merasa terancam dibubarkan, pun masih bisa menggugat. Dia menyebut pemerintah sudah sangat demokratis.

"Pemerintah tidak demokratis, sangat demokratis, ada organisasi yang nyata-nyata menyimpang dari Pancasila dan tatkala untuk dinyatakan dicabut, masih berhak untuk menggugat, apa itu bukan demokrasi, demokratis," katanya.


(cim/ams)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads