"Komnas HAM sekarang memang sedang dalam kondisi tidak baik, Komnas HAM ini memang harus diperbaiki luar-dalam. Maka kita mulai dengan seleksi untuk calon komisioner baru untuk lima tahun ke depan," ujar Jimly saat menjadi narasumber dalam diskusi yang bertajuk 'Peran Jurnalis untuk Perlindungan dan Penegakan HAM yang Lebih Baik' di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis (13/7/2017).
Jimly mengatakan terdapat lima tahapan seleksi bagi calon komisioner. Tahapan dimulai dari seleksi administrasi hingga psikotes dan wawancara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seleksi psikotes dan wawancara akan dimulai pada 17 Juli. Ia mengatakan idealnya anggota Komnas HAM tidak terlalu muda.
"Tanggal 17 dan 18 itu akan kita lanjutkan tahap seleksi yang ke-4, psikotes dan kesehatan. Lalu tanggal 19, 20, dan 21 dilanjutkan wawancara terbuka, forumnya nanti di MK. Idealnya anggota Komnas HAM jangan terlalu muda, takut. Karena, ini menghadapi pejabat tinggi dan kekuasaan," kata Jimly.
Jimly juga mengatakan, selain menyeleksi calon anggota komisioner baru, Komnas HAM perlu didesain ulang. Ia juga mengatakan tidak boleh salah dalam memilih orang.
"Desain ulang kami akan memilih orang yang bisa memperkuat Komnas HAM, dengan mandat yang ada dan UU yang ada. Kita tidak boleh salah pilih orang, kita butuh data yang lengkap, ini bukan untuk kami pansel, bukan untuk sekadar. Ini untuk bangsa dan negara kita, jangan dianggap sepele keberadaan Komnas HAM," ujar Jimly. (rvk/idh)











































