"Itu merupakan hak prerogatif Presiden, karena apa pun keputusan Presiden, itu kewenangan dia secara internal dalam kabinet. Yang penting bagi kita, reshuffle itu demi kepentingan dan kemaslahatan masyarakat dan jangan lupa juga harus memiliki etika kepada pejabat yang ada," kata Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/7/2017).
"Menteri bukan pejabat tinggi yang biasa, mereka adalah pejabat yang terhormat. Biasakanlah proses pergantian terhadap mereka itu juga dengan menghormati mereka," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu urusannya Presiden dan itu persoalan sekitar Presiden sendiri. Tapi yang paling penting, bagi kita masyarakat bisa lebih baik gara-gara reshuffle itu," ucapnya.
Fahri lantas menyindir Jokowi. Menurutnya, jika dia seorang presiden, tak akan ada reshuffle karena timnya akan sangat kompak.
"Kalau saya, saya bisa menjawab riil kalau saya presiden. Kalau saya menjawab sebagai presiden, insyaallah timnya kompak dan nggak ada reshuffle," ujarnya. (gbr/erd)










































