"Sama saja dengan waktu-waktu sebelumnya. Bahkan terkait isu-isu yang turut berjalan ya. Prerogatif presiden ada, di dalam menentukan bagaimana pilihan-pilihannya, penilaiannya terhadap kabinet yang dipilih," kata Ketum NasDem, Surya Paloh di Akademi Bela Negara, Jl. Pancoran Timur II No. 2a, Jakarta Selatan, Kamis (13/7/2017).
Saat ini, kader NasDem menduduki 2 kursi menteri dan 1 kursi jaksa agung. Surya Paloh menegaskan bahwa NasDem tidak mempersoalkan bila ada reshuffle kabinet.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Istana soal kabar akan adanya perombakan kabinet tersebut. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan reshuffle adalah hak prerogatif Presiden Jokowi. Dia pun meminta soal kabar reshuffle ditanyakan langsung kepada Jokowi.
"Tanya ke beliau (Jokowi)-lah," kata JK di Hotel Aryaduta, Tugu Tani, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017) kemarin.
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki juga mengaku belum mendapatkan informasi terkait dengan adanya rencana perombakan kabinet dalam waktu dekat. Namun dia yakin Presiden Jokowi menginginkan terus adanya perbaikan kinerja di berbagai sektor.
"Saya nggak tahu (reshuffle)," kata Teten di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).
"Kalau Pak Presiden kan intinya ingin terus memperbaiki. Pak Presiden kan intinya ingin terus ada perbaikan kinerja pemerintah. Tugas pemerintahan adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya. (imk/imk)










































