DetikNews
Kamis 13 Juli 2017, 17:02 WIB

Polisi Ungkap Pembacokan Ahli IT Berdasarkan Nopol Mobil Pelaku

Mei Amelia R - detikNews
Polisi Ungkap Pembacokan Ahli IT Berdasarkan Nopol Mobil Pelaku Kapolda Metro Jaya (Foto: Nur Indah Fatmawati/detikcom)
Jakarta - Tim kepolisian berhasil menangkap para tersangka pembacokan ahli IT Hermansyah di Tol Jagorawi KM 6 Jakarta Timur. Kasus itu berhasil diungkap setelah polisi menelusuri pelat nomor mobil yang digunakan para tersangka.

"Pelat nomor itu asli, sehingga kita bisa dengan mudah mengecek ke Samsat. Dari situ ketahuan, kita kerucutkan ke mobil Yaris hitam (mobil tersangka)," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/7/2017).

Dari penelusuran pelat nomor itulah, polisi akhirnya bisa menangkap para pelaku. Mobil Honda City yang digunakan oleh tersangka adalah milik kakak Edwin, sehingga polisi bisa mengetahui siapa yang menggunakan mobil tersebut pada saat itu dan akhirnya terungkap identitas Edwin.

"Kalau mobil Yaris itu mobil tarikan. Mereka ini kan kerjanya debt collector," imbuhnya.

[Gambas:Video 20detik]

Iriawan mengatakan, pelat nomor itu diperoleh polisi dari keterangan para saksi, selain saksi kunci Irina, istri Hermansyah yang saat itu berada di dalam mobil Toyota Avanza warna putih.

"Jadi saksi-saksi melihat, termasuk istri korban. Kan di situ ada pekerja LRT juga yang melihat," imbuhnya.

Sementara CCTV Jasa Marga tidak begiu banyak membantu polisi. Sebab, CCTV yang ada di sekitar lokasi itu tidak merekam.

"CCTV Jasa Marga perlu saya sampaikan, itu hanya untuk melihat saja tapi tidak bisa me-record. Kita memang koordinasi ke Jasa Marga, mungkin ada kerusakan atau apa juga kita tidak tahu," ungkapnya.

Sementara keterangan Irina sangat membantu kepolisian dalam mengungkap kasus. Irina menjelaskan ciri-ciri para tersangka kepada polisi yang kemudian dibuagkan sketsa wajah.

Hasil sketsa wajah itu menggambarkan pelaku yang berasal dari Indonesia bagian timur. "Ciri-ciri itu jelas. Kemudian kita sketsa wajah. Kemudian ada satu pelaku pakai kalung begini (kalung besi putih) yang identik dengan kelompok tertentu. Kita sudah tahu, kalau ciri-cirinya itu pasti kelompok itu," ungkapnya.

Kapolresta Depok Kombes Herry Heryawan mengatakan, dari sketsa wajah itu polisi bisa merujuk kepada kelompok tertentu, apalagi setelah Irina menyebutkan ciri khas salah satu tersangka yang menggunakan kalung besi putih.

"Jadi biasanya sketsa wajah itu sekitar 60-70 persen (kemiripannya), kemudian yang paling menguatkan itu dari Irina, istri korban bahwa saru dari pelaku itu menggunakan kalung, jadi ciri-cirinya itu," ujar Herry.
(mei/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed