"Itu semua spontan, bukan karena rekayasa atau direncanakan. Pisau itu buat jaga-jaga saja," kata Laurens kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia bersama tersangka Erick dan Domingus saat itu naik mobil Toyota Yaris bernopol B 1440 ZFO, sementara tersangka Edwin naik mobil Honda City bernopol B 241 YAA. Mereka beriringan melintas di Tol Semanggi ke arah Tol Jagorawi.
"(Iring-iringan mobil) Jarak dua meter," imbuh Laurens.
Kemudian Laurens melihat Edwin cekcok dengan Hermansyah. Dia lalu berhenti dan menghampiri mereka.
"Saya tanya kenapa (ke korban), terus korban marah, saya pukul, teman-teman juga ikut pukul, lalu saya tusuk (korban)," lanjutnya.
Pembacokan itu diawali akibat senggolan antara mobil korban dengan mobil Edwin. Saat memasuki KM 6, mobil Edwin yang ada di kiri, melambung ke kanan sehingga menyerempet mobil korban.
"Ketika saya jalan, dia ikutin saya dari belakang, dia dari sebelah kiri, jadi dia berusaha menghentikan mobil saya, dia palang mobil saya dari bagian depan," jelasnya.
Edwin dan korban kemudian turun dari mobil. Mereka kemudian cekcok mulut saat itu.
"Terus mungkin karena adik-adik saya ini lihat saya dicegat, mereka turun dari mobil," terang Edwin. (mei/aan)










































