Kabur dari LP Kerobokan, Begini Cara 4 Napi WNA Gali Terowongan

Kabur dari LP Kerobokan, Begini Cara 4 Napi WNA Gali Terowongan

Prins David Saut - detikNews
Kamis, 13 Jul 2017 13:13 WIB
Kabur dari LP Kerobokan, Begini Cara 4 Napi WNA Gali Terowongan
Foto: Rekonstruksi 4 Napi kabur di LP Kerobokan (David-detikcom)
Badung - Polres Badung merekonstruksi pelarian 4 WNA napi LP Kerobokan, Bali, pagi tadi. Mereka melarikan diri dari dalam penjara melalui lubang terowongan.

"Selama ini kami mengira itu lobang septic tank, dan memang sudah lama ditutup semen," kata Kepala Lapas Kerobokan Tonny Nainggolan di kantornya, Jl Tangkuban Perahu, Kerobokan, Badung, Bali, Kamis (13/7/2017).

Tonny menyampaikan ini usai rekonstruksi di LP Kerobokan dengan total 32 adegan. Wadir Reskrimsus Polda Bali AKBP Ruddi Setiawan yang turut hadir pun menyatakan lubang terowongan itu sebelumnya tidak tembus keluar tembok penjara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Ada lubang parit di situ, sudah lama dan dia buat lubang lagi hingga keluar. Panjangnya sekira 15 meter," ujar Ruddi pada kesempatan yang sama.

Hujan deras menjadi saksi kaburnya keempat napi melalui lubang terowongan itu. Sehingga mereka menggunakan sendok, garpu, besi dan tangan untuk memperlebar lobang karena tanah yang melunak.

"Dia keluarkan airnya, dia masuk. Makanya, saat pertama kali itu, di atas lubang banyak bekas-bekas galian becek-becek," ucap Ruddi.


Lobang itu berukuran sekitar 30x75 cm dengan kedalaman 150 cm dan panjang 1.500 cm. Menurut Ruddi, tidak ada bantuan dari dalam LP Kerobokan terhadap keempat napi tersebut ketika melarikan diri.

"Yang di dalam Lapas Kerobokan tidak ada yang membantu. Yang di luar, ada yang membantu pembelian tiketnya dan jalur pelariannya," tuturnya.

Kabur dari LP Kerobokan, Begini Cara 4 Napi WNA Gali TerowonganFoto: Prins David Saut/detikcom

Adalah Shaun Edward Davidson (33) asal Australia, Tee Kok King (50) asal Malaysia, Dimitar Nikolov Iliev (43) asal Bulgaria dan Sayed Mohammed Said (31) asal India yang melarikan diri dari LP Kerobokan. Mereka memulai aksinya dari Blok D LP Kerobokan pada pukul 22.00 WITa 18 Juni 2017 lalu, dan berhasil keluar melalui terowongan pada pukul. 02.30 WITa 19 Juni 2017.

Saat rekonstruksi, hanya ada Dimitar dan Sayed, sementara Shaun dan King masih diburu jajaran Polda Bali. Dimitar dan Sayed ditangkap di Timor Leste pada akhir Juni 2017. (vid/elz)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads