"Angka swing voters masih cukup tinggi dan memungkinkan pemilih akan mengubah pilihannya," kata Moh Edi Marzuki, peneliti dari SSC saat rilis hasil survei kontestasi cagub cawagub jelang Pilgub Jatim 2018 di Hotel Yellow, Surabaya, Rabu (12/7/2017).
Berdasarkan survei tentang kemantapan pilihan saat ini. Sebanyak 48,4 persen responden menjawab Masih mungkin berubah. Sebanyak 28,1 persen responden menjawab tidak mungkin berubah pilihannya. Sedangkan 23,5 persen responden tidak menjawab atau tidak tahu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemilih yang masih memungkinkan berubah pilihannya cukup tinggi yakni 48,4 persen. Sementara angka undecided voters (belum menentukan pilihan) juga masih sekitar 28 persen. Ini mengindikasikan bahwa, pilihan publik masih cukup cair dan dinamis," tuturnya.
Ia mengatakan, adanya perubahan pilihan responden karena berbagai faktor. "Faktor kinerja, rekam jejak dan program kerja akan menjadi faktor penting yang bisa mengubah pilihan publik," jelasnya.
Sementara itu, Agus Maimun-Bendahara DPW PAN Jatim yang juga hadir dalam rilis survei tersebut mengatakan, jika melihat dari hasil survei tersebut, maka Pilgub Jatim belum final.
"Dari hasil survei itu, menunjukkan Pilgub Jatim masih dinamis dan cair. Pilgub Jatim belum final," jelasnya.
Sedangkan Anwar Sadat, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jawa Timur menambahkan, gambaran dari hasil survei tersebut, belum menujukkan gambaran yang utuh mengenai peta kekuatan dari masing-masing bakal calon.
"Mungkin baru Gus Ipul yang mendapatkan tiket. Yang lainnya kan juga belum mendeklarasikan sebagai calon gubernur," jelasnya.
Survei SSC selama 10-30 Juni 2017 meliputi 38 kabupaten dan kota se Jawa Timur. Metode yang digunakannya yakni, multistage random sampling. Responden sebanyak 800 orang yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota se Jatim. Margin of error 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (roi/erd)










































