"Saya nggak tahu (reshuffle) saya," kata Teten di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).
Menurut dia, isu reshuffle yang berembus dalam beberapa hari terakhir tidak mengganggu kinerja para menteri. Dia juga menegaskan pihaknya tidak mengevaluasi para menteri dan hanya fokus pada percepatan program kerja pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Pak Presiden kan intinya ingin terus memperbaiki. Pak Presiden kan intinya ingin terus ada perbaikan kinerja pemerintah. Tugas pemerintahan adalah memberikan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.
"Saya nggak tahu reshuffle itu kapan. Tapi yang mau saya sampaikan bahwa memang dari waktu ke waktu Pak Presiden terus melecut para menterinya untuk lebih perform dan masalah perform ini saya kira sangat dinamis karena masyarakat tuntutannya, ekspektasinya, sangat besar dan masalah Indonesia ini banyak. Dibenahi di sini, muncul di sini," ujarnya.
Beberapa indikator kepuasan masyarakat ada pada pelayanan yang semakin baik dan minim aduan. Namun Teten meminta kepuasan masyarakat itu tidak dikaitkan dengan isu reshuffle saat ini.
Secara pribadi, dia menilai program dan anggaran kementerian saat ini telah jelas dan ada. Jadi, menurutnya, tidak akan banyak perubahan karena kementerian dan lembaga telah bekerja dengan baik.
"Kehadiran para menteri kan lebih ke positioning dan akselerasi dari percepatan program efektivitas anggaran dan lainnya," ucapnya.
Terkait soal isu yang menyebutkan namanya ikut digeser pada reshuffle, Teten menyebut semua menteri harus siap kapan saja. "Loh siap. Saya kan pembantu presiden," ujarnya.
Teten kembali menegaskan saat ini belum ada pembicaraan soal reshuffle. Meski demikian, perombakan kabinet adalah hak Presiden.
"(Pembicaraan) informal lebih sering kita bicarakan keadaan pangan. Tentang LRT, tentang percepatan pembangunan infrastruktur," kata Teten. (fiq/erd)











































