"Ada. Saya sebagai ketua rapat sekaligus sebagai juru tulis. Ada di sini," ujar Lukman seusai rapat di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sudah komitmen nggak rilis soal ini, biar saya sampaikan kepada Ketua Fraksi PKB. Misal saya buat paket A, ada yang sama dengan saya? Ada, sampai yang kelima ada lagi paket yang belum masuk?' Diam, berarti sampai 5 paket," tuturnya.
Lukman mengklaim semua fraksi sepakat pengambilan keputusan isu krusial RUU Pemilu dilakukan dengan paket. Ia juga menilai pemerintah mau pengambilan keputusan secara voting jika tidak mufakat.
"Kan dia yang ngomong, gimana? Kok beda? Saya rekam juga itu pernyataan Pak Tjahjo (Mendagri Tjahjo Kumolo), itu disampaikan dalam rapat lobi. Itu kan implikasi kalau buntu, ini kan nggak buntu," urainya.
Seperti diketahui, Pansus RUU Pemilu sepakat membawa lima paket isu krusial yang akan dibahas dengan pemerintah. Lima paket tersebut adalah:
Paket A
1. Presidential threshold: 20-25 persen
2. Parliamentary threshold: 4 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: sainta lague murni
Paket B
1. Presidential threshold: 0 persen
2. Parliamentary threshold: 4 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: kuota harre
Paket C
1. Presidential threshold: 10-15 persen
2. Parliamentary threshold: 4 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: kuota harre
Paket D
1. Presidential threshold: 10-15 persen
2. Parliamentary threshold: 5 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-8
5. Metode konversi suara: sainta lague murni
Paket E
1. Presidential threshold: 20-25 persen
2. Parliamentary threshold: 3,5 persen
3. Sistem Pemilu: terbuka
4. Dapil magnitude DPR: 3-10
5. Metode konversi suara: kuota harre (dkp/imk)










































