DetikNews
Rabu 12 Juli 2017, 16:21 WIB

Kemenhub akan Evaluasi Soal Program Mudik Titip Motor di Kapal

Heldania Ultri Lubis - detikNews
Kemenhub akan Evaluasi Soal Program Mudik Titip Motor di Kapal Mudik gratis titip motor di kapal laut/ Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Direktur Lalu lintas dan Angkutan Laut Kemnenhub, Bay M Hasani menyebut program mudik gratis sepeda motor dengan kapal laut tahun 2017 sedikit peminat. Dari 16 ribu kapasitas sepeda motor yang diangkut, hanya 4.623 pemudik yang titipkan motor di kapal laut.

"Untuk itu tahun depan kita akan tingkatkan sosialisasi. Yang kedua kita juga evaluasi untuk hari-hari favorit pemudik menggunakan kapal laut, itu yang akan kita optimalkan," kata Bay pada acara penutupan Posko Terpadu Angkutan Lebaran Tahun 2017 di Kantor Kementerian Perhubungan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).

Menurutnya minat pemudik menggunakan kapal laut lebih tinggi pada hari menjelang lebaran seperti pada H-3 dan H-2. Sedangkan pada jadwal pemberangkatan yang jauh dari hari H jumlah peminatnya sedikit.

"Nah mungkin ke depan kita akan terapkan di hari-hari favorit itu tidak hanya beroperasi satu kapal. Katakanlah pada H-3 dan H-2 misalnya kita jadwalkan 3 unit kapal yang bisa kita berangkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," jelas Bay.

Bay juga meminta pemudik yang menggunakan kapal laut untuk turut menginformasikan dan menyebarluaskan soal mudik gratis. Menurutnya hal itu bisa turut meningkatkan minat masyarakat beralih menggunakan moda laut.

"Jadi mungkin bisa disebarluaskan bagaimana enaknya mudik menggunakan kapal laut. Karena perjalanannya juga relatif singkat ya, hanya 14 jam. Keadaan di kapal juga nyaman, ada kita sediakan tempat bermain untuk anak-anak juga. Jadi ini yang mungkin bisa jadi pertimbangan untuk lebih baik mudik menggunakan kapal laut," tuturnya.

Bay juga menyebut akan mengevaluasi sistem monitoring terhadap sejumlah pelabuhan yang beroperasi saat mudik. Menurutnya ada beberapa pelabuhan yang belum masuk dalam monitoring Kemenhub dan ternyata mengalami penumpukan.

"Penumpukan itu tentunya harus kita antisipasi. Jadi ternyata di lapangan ada beberapa pelabuhan yang jumlah pemudiknya membludak. Sehingga kita akan tingkatkan jumlah pelabuhan yang akan kita monitor. Jadi tidak hanya 52 pelabuhan itu saja yang akan kita cermati. Titik-titik yang cukup rawan itu nanti akan kita siapkan dengan baik," kata Bay.
(hld/rvk)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed