Perayaan Kenaikan Isa Almasih di GBK Berlangsung Aman
Kamis, 05 Mei 2005 21:26 WIB
Jakarta -
Aman. Keadaan itulah yang mendukung suksesnya perayaan Kenaikan Yesus Kristus di Gelora Bung Karno (GBK). Selain ribuan umat Kristiani Indonesia, perayaan ini juga dihadiri perwakilan 55 negara di dunia. Walaupun banyak orang asing yang mengikuti perayaan ini, situasi di sekitar maupun didalam GBK sangat aman. Aparat kemanan yang juga gabungan Polisi dan Satpol PP ini jumlahnya sekitar 500an lebih. Perayaan yang dilaksanakan di GBK Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (5/5/2005) sore ini dibuka dengan sambutan Gubernur DKI Sutiyoso. Setelah Bang Yos, para pimpinan umat memberikan pesan pastoral kepada ribuan peserta yang hadir.Pesan Pastoral ini tidak berbeda dengan sambutan Bang Yos. Intinya, kesatuan umat kristen bukan menjadi ancaman, melainkan menjadi berkat bagi bangsa Indonesia.Pesan-pesan Pastoral ini disampaikan Ketua PGI (Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia), DR Andreas Y Wangu, Ketua PGPI (Persatuan Gereja Pantekosta Indonesia), Suhandoko Wirhaspati, Ephorus HKBP (Huria Kristen Batak Protestan), DR Bonar Napitupulu, Ketua Umum Sinode GBI (Gereja Bethel Indonesia), Yakub Nahuwae. Pada kesempatan tersebut, beberapa perwakilan negara sahabat turut serta memberikan sambutannya. Negara-negara yang memberikan sambutan diantaranya adalah Brazil, Korea, India, Afrika Selatan dan Ukraina.Perayaan yang berlangsung sejak pukul 17.00-20.30 WIB ini juga merupakan bagian dari Hari Doa se-Dunia (Global Day of Prayer) yang dipusatkan di Afrika Selatan pada 15 Mei 2005 mendatang. Perayaan malam ini juga digelar secara serentak di 77 kota di seluruh Indonesia.Pada puncak acara ditandai dengan pemakaian Gelang Transformasi Indonesia yang dibagikan kepada seluruh jamaat ketika memasuki GBK. Gelang ini sebagai simbol untuk mendoakan terjadinya transformasi di Indonesia serta keprihatinan atas bencana-bencana yang terjadi di tanah air.Nyaris PingsanPadatnya peserta malam ini membuat dua orang wanita tua nyaris pingsan. Dua wanita tua ini merasakan lemas ketika acara sedang berlangsung. Peristiwa ini disebabkan karena para peserta yang saling berdesakan, ditambah dengan posisi peserta yang selalu berdiri. Dua wanita renta ini langsung terkulai jatuh ke kursi. Keadaan ini tidak membuat panik peserta lainnya, karena tim kesehatan dengan sigap menangani kejadian ini. Kejadian ini terjadi di tribun bawah.
(ism/)










































