"Sektor sosial pertama kali kami sampaikan, secara fisik perbatasan didukung oleh infrastruktur, termasuk imigrasi, bea cukai, kesehatan, kemudian jalannya roaming BPS itu semua sudah sukses. Nah sekarang tahun ini memastikan supaya daerah ini ada manfaatnya," kata Tjahjo, di Hotel Aryaduta, Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Jakarta Pusat, Rabu (12/7/2017).
Pembangunan sektor sosial meliputi kesiapan pasar tradisional, lengkapnya Puskesmas dengan tenaga medis, hingga rumah sakit yang menunjang dalam kesiapan infrastruktur. Infrastruktur sosial sendiri hingga pertengahan tahun 2017 sudah mencapai sekitar 20 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya kira ini akan dibahas secara terpadu, program strategis pusat dipastikan harus jalan di daerah-daerah, juga harus memenuhi skala prioritas program yang kecil misalnya skala kematian ibu hamil, masalah gizi anak, hingga masalah pertanian ya," sambung Tjahjo.
Tjahjo berharap pembangunan infrastruktur sosial ini selesai pada akhir tahun 2018 nanti. Ia juga berharap infrastruktur ekonomi dalam pembangunan daerah perbatasan juga selesai tahun ini, sehingga mampu memperkuat infrastruktur sosial tahun 2018 nanti.
"Mudah-mudahan 2008 akhir sudah selesai. Semua manfaat bagi daerah untuk meningkatkan masyarakatnya kelebihan apapun dengan perbatasan yang terpadu, ancaman kita masalah radikalisme, terorisme, manusia yang masuk narkoba, penyimpangan sosial," tuturnya.
"Ini mudah-mudahan target Pak Jokowi selesai dan infrastruktur ekonominya selesai tahun ini untuk memperkuat infrastruktur sosial nanti," imbuhnya.
(cim/rvk)











































