Jokowi Minta Penggunaan Cantrang Diperpanjang hingga Akhir Tahun

Ray Jordan - detikNews
Rabu, 12 Jul 2017 00:56 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. (Noval Dhwinuari Antony/detikcom)
Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengaku telah menyampaikan aspirasi nelayan yang menggunakan cantrang. Hasilnya, Jokowi meminta agar masa penggunaan cantrang diperpanjang hingga Desember 2017.

"Aspirasi nelayan sudah saya sampaikan ke Presiden," kata Teten di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (11/7/2017).

Teten mengatakan dirinya telah menyampaikan kepada nelayan yang biasa menggunakan cantrang bahwa Presiden telah berbincang dengan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Dalam perbincangan itu, Jokowi meminta agar penggunaan cantrang sementara waktu diperbolehkan hingga Desember 2017.

"Presiden minta penggunaan cantrang itu diperpanjang sampai akhir Desember karena memang nelayan, baik yang di bawah 10 GT nelayan kecil atau di atas 10 GT, belum siap," katanya.

Teten mengakui alat pengganti cantrang dalam menangkap ikan di laut memang belum banyak dimiliki para nelayan. Terutama untuk kapal berbobot di atas 10 GT, di mana nelayannya harus membiayai sendiri alat tangkapnya.

"Memang yang di bawah 10 GT kan alat pengganti cantrang itu sebagian besar bantuan dari pemerintah dan memang belum terealisasi semuanya. Nah, yang di atas 10 GT mereka memang harus membiayai sendiri. Mereka mengalami kesulitan pendanaan," katanya.

"Tadi mereka mengadukan supaya ditinjau kembali kebijakan itu. Kami akan tinjau kembali kebijakan itu untuk kita putuskan," tuturnya.

Sementara itu, Teten menjelaskan, para nelayan yang biasa menggunakan cantrang meminta Jokowi mencabut Permen pelarangan cantrang yang dikeluarkan oleh Susi.

Sebab, menurut mereka, cantrang itu tidak merusak lingkungan. Mereka bisa membuktikannya. "Secara ekonomi, pelarangan itu juga sangat memukul," katanya.

"Tadi yang saya sampaikan, yang bisa dilakukan pemerintah pada saat tadi sesuai arahan Presiden, penggunaan cantrang diperpanjang sampai Desember. Memang kemudian mereka protes karena surat edaran Menteri KKP, yang diperpanjang itu yang nelayan di bawah 10 GT. Sementara yang paling banyak menggunakan cantrang itu di atas 10 GT. Tapi tadi Pak Presiden minta seluruhnya penggunaan cantrang itu diperpanjang sampai akhir tahun. Karena memang kita mengetahui para nelayan ini masih menghadapi kesulitan pembiayaan untuk pengganti cantrang," tutur Teten.

Dikatakan Teten, yang dievaluasi dari kebijakan Susi tersebut ada tiga hal. Pertama, menyangkut pembiayaan.

"Kedua, aspek pengadaan cantrang atau alat pengganti cantrang. Dievaluasi apakah pada akhir tahun itu sudah bisa diterapkan atau belum," katanya.

"Presiden memperhatikan aspirasi nelayan karena kebijakan ini," ujar Teten. (jor/bag)