"Saya nggak mau mengatakan secara keseluruhan ya. Tetapi untuk saya sendiri, ya Anda lihat, saya sendiri senyum-senyum," katanya secara tersirat dengan wajah semringah di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (11/7/2017).
Soal tekanan dan paksaan saat dimintai keterangan, ia tidak menyanggah secara langsung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wartawan kemudian memastikan kembali dengan bertanya,
"Artinya penyidik KPK profesional?" tanya wartawan.
"Ya untuk diri saya seperti itu," jawab Agun kemudian.
Sebelum menjalani pemeriksaan pagi tadi, Agun sempat menyatakan akan sekaligus melihat kinerja penyidik dan gedung baru KPK. Hal ini, kata dia, bermanfaat bagi tugasnya sebagai Ketua Pansus. Pasalnya, kedua poin tersebut masuk materi pembahasan Pansus Hak Angket.
"Sekaligus saya sebagai orang yang memang mengalami secara empirik, tentunya yang memberikan manfaat kepada saya seperti bagaimana kondisi gedung ini yang baru, bagaimana cara penyidik dalam menjalankan tugas-tugasnya. Ini akan memberi manfaat secara langsung kepada saya sebagai Ketua Pansus," ujar Agun.
Pansus kini sedang mengumpulkan materi terkait dengan pembahasan hak angket KPK. Salah satu hal yang disoroti adalah soal penyelidikan dan pemeriksaan perkara oleh KPK, apakah sesuai dengan prosedur atau tidak.
Terkait dengan hal ini, Senin (4/7) lalu Pansus, yang dipimpin Agun, telah melakukan lawatan ke Lapas Sukamiskin guna menemui narapidana koruptor yang dijebloskan KPK. Mereka memperoleh berbagai 'curhat' dari napi koruptor mengenai adanya tekanan yang dilakukan penyidik. (nif/rvk)











































