Calon Bupati di Sumsel Diminta Paparkan Gagasan Budaya
Kamis, 05 Mei 2005 14:54 WIB
Palembang - Para calon kepala daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) yang akan dipilih pada Juni 2005 mendatang diminta untuk memaparkan gagasan mereka mengenai konsep pembangunan kebudayaan di daerah pemilihan masing-masing.Permintaan tersebut merupakan rekomendasi dari Dewan Kesenian Sumsel yang melakukan rapat koordinasi yang berakhir Kamis (5/5/2005) pagi tadi di Hotel Ranggonang, Sekayu, Musi Banyuasin.Menurut Ketua Dewan Kesenian Sumsel Djohan Hanafiah, dasar dari rekomendasi tersebut lantaran para seniman di Sumsel melihat banyak sekali konsep pembangunan yang dijalankan seorang kepala daerah tanpa melihat dan mempertimbangkan sisi kebudayaan."Akibatnya selain kerusakan lingkungan juga menimbulkan berbagai konflik sosial, seperti konflik kekerasan setiap kali pembebasan lahan," kata Djohan, yang mencontohkan Palembang yang saat ini mengalami banjir lantaran para kepala daerah tidak mengenal karakter budaya Palembang.Bagaimana agar para calon Bupati di lima kabupaten yang akan melakukan pemilihan memaparkan konsepnya mengenai kebudayaan? "Setiap Dewan Kesenian Kota atau Kabupaten di Palembang akan mengirim surat kepada setiap calon dan mereka di hadapan para seniman setempat memaparkan gagasannya," kata Djohan.Sebagaimana diketahui kelima daerah yang akan melakukan pemilihan kepala daerah yakni Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu Selatan, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu, dan Musirawas.Rekomendasi lainnya adalah meminta Pemerintah SBY-JK segera mengeluarkan UU Kesenian dan lalu meminta Pemerintah Sumsel segera mengeluarkan Peraturan Daerah tentang Kebudayaan.Menurut Djohan, rapat koordiansi itu juga membahas persiapan pertemuan pameran buku International yang akan digelar di Palembang pada Juni 2005 mendatang dan pertemuan Penyair International yakni para penyair dari Asia, Eropa, Afrika, dan Amerika Latin pada Januari 2006.
(nrl/)











































