Pengacara: Semmy Berencana Mundur dari FKM/RMS

Pengacara: Semmy Berencana Mundur dari FKM/RMS

- detikNews
Kamis, 05 Mei 2005 13:06 WIB
Ambon - Semmy Waleuruny, yang ditangkap begitu tiba di Ambon, ternyata bermaksud mengundurkan diri dari Front Kedaulatan Maluku (FKM)/Republik Maluku Selatan (RMS). Rencana sungguhan atau hanya taktik agar dibebaskan?Rencana Semmy untuk mundur dari FKM/RMS ini disampaikan oleh pengacaranya, Antony Hantane. Antony, merujuk pada penjelasan isteri Semmy, menyatakan kedatangan Semmy ke Ambon untuk menyatakan pengunduran dirinya dari FKM.Rencananya pengunduran diri dari aktivitas yang dianggap makar oleh pemerintah itu akan dilakukan dalam sebuah jumpa pers. Tapi Antony, yang ditemui wartawan di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kompleks Prigilima, Jl. Dr. Latumeten, Ambon, Kamis (5/5/2005), tidak menjelaskan kapan jumpa pers digelar.Dalam kesempatan itu Antony juga menyesalkan pengacara Semmy sebelumnya, Johanis Hahury, yang mempersulit polisi memeriksa Semmy. "Seharusnya memberikan kemudahan-kemudahan kepada pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan, bukan mempersulit," katanya.Benarkah Semmy datang ke Ambon untuk menyatakan pengunduran dirinya dari FKM? Entah lah. Yang jelas Semmy sempat menyatakan kekewasannya kenapa ia ditangkap "Saya baru datang kenapa ditangkap," katanya saat dikeluarkan dari ruang tahanan untuk diambil gambarnya oleh wartawan.Sebelumnya, saat baru ditangkap dan akan dimasukan ke tahanan, sempat terjadi tarik menarik antara Semmy dan anggota polisi yang akan menyita dua buah handpone Semmy. Semmy kemudian mengeluarkan kartu HP-nya dan bermaksud merusaknya dengan cara mematahkannya, tapi upaya itu gagal.Setelah itu Semmy menggigit kartu HP-nya. Tidak jelas apakah upaya Semmy merusak kartu HP-nya berhasil. Yang jelas, Semmy tidak ingin memori dalam kartu itu diketahui oleh polisi. Handset boleh disita, tapi jangan kartunya. Mungkin itu pemikiran Semmy.Rencana mundur Semmy dari FKM/RMS juga bisa dipertanyakan dari ditemukannya dokumen RMS di rumah Semmy saat dilakukan penggelahan. Sampul depan dokumen itu bertuliskan "RMS Berjuang untuk Kemenangan".Dokumen ini ditandatangani oleh Mr. J. Manuhutu, Presiden RMS, dan Johanis Weirizal, petinggi RMS. Keduanya sekarang berada di Den Haag, Belanda. (gtp/)


Berita Terkait