Kapolres: Semmy Berbahaya Bagi Kondisi Ambon yang Kondusif
Kamis, 05 Mei 2005 12:31 WIB
Ambon - Petinggi Front Kedaulatan Maluku (FKM)/Republik Maluku Selatan (RMS) Semmy Waleuruny ditangkap karena dianggap berbahaya bagi kondisi Ambon yang sudah kondusif. Polisi sejak awal sudah merencanakan menangkapnya jika datang ke Ambon.Penegasan ini disampaikan Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Leonidas Braksan. "Berbahaya sekali dia datang ke Ambon, makanya sejak awal saya sudah mengatakan jika dia ke Ambon, saya akan tangkap," tegasnya.Menurut Leonidas, dari informasi yang diterima jajarannya Semmy berencana datang ke Ambon pada 25 April lalu atau bersamaan dengan HUT RMS. Tapi Semmu batal datang karena pengamanan di Ambon yang sangat ketat.Selain menjelaskan alasan penangkapan Semmy, Leonidas juga mengeluarkan Semmy dari tahanan untuk memberi kesempatan kepada wartawan mengambil gambar. Setelah itu, sepuluh menit kemudian, Semmy dikembalikan ke tahanan.Semmy, yang memakai topi warna hitam, kaos biru, dan celana hitam, sempat menyatakan kekesalan atas penangkapan dirinya. "Saya baru datang kenapa ditangkap."Pengacara Semmy DiusirPagi tadi, pukul 11.00 WIT, Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease AKBP Leonidas Braksan memerintahkan anggota Satreskrim untuk mengusir penasihat hukum Semmy Waleuruny, Johanis Hahury, dari ruangan Satreskrim karena dianggap menghambat kinerja kepolisian.Johanis diusir karena tidak bisa menunhukkan surat penunjukan sebagai kuasa hukum Semmy. Terkait hal ini Semmy kepada isterinya, menyatakan Johanis akan diganti dengan Antony Hatane dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bakubae.
(gtp/)











































