DetikNews
Selasa 11 Juli 2017, 10:51 WIB

Tahun Ajaran Baru, KPAI: Jangan Ada Bullying di Masa Orientasi

Jabbar Ramdhani - detikNews
Tahun Ajaran Baru, KPAI: Jangan Ada Bullying di Masa Orientasi Masa orientasi sekolah siswa baru (Aditya Fajar Indrawan/detikcom)
Jakarta - Sekolah memasuki tahun ajaran baru. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah dan orang tua murid mewujudkan pendidikan yang ramah bagi anak.

Ketua KPAI Asrorun Ni'am meminta agar anak-anak mendapatkan kepastian untuk memperoleh hak pendidikan. Pemerintah daerah juga diminta mewujudkan hak dasar anak-anak sekolah.

"Orang tua yang memiliki anak usia sekolah harus menjamin dan memastikan anak-anaknya memperoleh hak pendidikan. Anak usia 7 sampai 18 tahun adalah usia wajib belajar. Pemerintah daerah wajib menjamin anak dalam rentang usia tersebut memperoleh hak dasarnya," kata Asrorun lewat maklumat KPAI untuk persiapan tahun ajaran 2017/2018, Selasa (11/7/2017).

Menurutnya, jika anak-anak tidak bersekolah, masyarakat harus proaktif menyampaikan ke dinas pendidikan (disdik). Disdik juga harus mengambil langkah-langkah untuk memastikan anak sekolah memperoleh haknya.

"Tak ada alasan anak usia sekolah tidak memperoleh haknya," ujarnya.

Asrorun mengatakan orang tua juga harus memberikan bimbingan kepada anak untuk memilih sekolah yang baik dan sesuai bagi anak. Dia menyebutkan beberapa tip yang mesti diperhatikan orang tua.

"Pastikan guru, kurikulum pembelajaran, dan buku ajarnya sesuai dengan prinsip dasar bernegara, yaitu tidak mengajarkan radikalisme, komunisme, dan liberalisme. Pastikan fasilitas penunjang bagi pemenuhan hak anak terpenuhi, yaitu hak untuk beribadah sesuai agama anak, hak bermain dan berolahraga, hak untuk kesehatan, jajanan sehat, dan pola interaksi antarkomponen masyarakat," ungkap Asrorun.

Orang tua pun diminta memastikan lingkungan sekolah yang ramah anak dan kondusif bagi tumbuh-kembang anak, seperti tidak adanya bullying, tidak permisif terhadap seks bebas, dan tidak mengajarkan kebencian. Lingkungan sekolah juga harus memberikan teladan yang baik bagi anak dan jauh dari hal-hal yang bertentangan dengan falsafah Pancasila.

"Jangan terlena dengan memilih sekolah hanya karena tampilan fisiknya semata," ucap dia.

Asrorun memberikan perhatian khusus kepada siswa SD dan SMP. Dia berharap orang tua dapat mengantarkan anak pada hari pertama masuk sekolah. Juga membangun emosi agar anak merasa terlindungi.

Selain itu, orang tua harus membangun komunikasi dengan lingkungan sekolah, seperti guru, kepala sekolah, dan tenaga pendidik di sekolah. Orang tua juga harus mengenali lingkungan teman baru anak, termasuk orang tua mereka.

"Ikut berperan dalam proses pendidikan anak melalui Komite Sekolah. Dan bangun komunikasi yang erat antara lingkungan keluarga sekolah dan masyarakat," tuturnya.

Asrorun juga menyoroti pelaksanaan masa orientasi peserta didik baru. Dia meminta masa orientasi dioptimalkan untuk pengenalan lingkungan sekolah, guru, dan teman-teman sekolah. Pemberitahuan dan kesepakatan tentang aturan tata tertib sekolah, pengenalan model pembelajaran, dan sumber belajar serta pemanfaatannya.

"Pastikan di masa orientasi tidak ada bullying, kekerasan, eksploitasi, dan diskriminasi. Dan kegiatan orientasi harus berada dalam tanggung jawab sekolah," tutupnya.
(jbr/elz)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed