"Pak Djarot, tolong minta dibantu saya ini, Pak," kata Rukiyati sambil menangis di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (11/7/2017).
Mendengar permintaan perempuan itu, Djarot meminta stafnya membantu mengurus masalah itu. Namun staf Djarot mengatakan perempuan tersebut ber-KTP Bogor sehingga dia tidak bisa melayani permintaan wanita itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah ditangani, perempuan itu ternyata berdomisili di Bogor sehingga Djarot tidak bisa membantunya. Namun Djarot memberikan rekomendasi agar BPJS Rukiyati dipermudah. (Muhammad Fida/detikcom) |
Djarot kemudian menanggapinya. "Masak orang Bogor mintanya di sini," kata Djarot setelah mendengarkan penjelasan dari stafnya.
Meski demikian, Djarot tetap meminta stafnya memberikan surat rekomendasi agar BPJS dari Rukiyati dapat dipermudah.
"Seperti itu kan keluarganya harus paham tentang proses BPJS. BPJS didasarkan pada domisili dan pengajuannya. Kalau domisili Jakarta, kami lebih mudah. Apalagi rumah sakitnya di rumah sakit daerah. Jadi prinsipnya itu, jadinya coba diatur BPJS-nya di Bogor dan supaya rumah sakit Pelninya bisa paham," papar Djarot. (fdu/aan)












































Setelah ditangani, perempuan itu ternyata berdomisili di Bogor sehingga Djarot tidak bisa membantunya. Namun Djarot memberikan rekomendasi agar BPJS Rukiyati dipermudah. (Muhammad Fida/detikcom)