Wakil Ketua DPRD DKI M Taufik mengatakan kunjungan ke Hong Kong ini untuk melihat segi tarif MRT. Permintaan tersebut disampaikan di depan Direktur Keuangan PT MRT Jakarta Tuhiyat.
"TOD (transit oriented development)-nya di Hong Kong. Kita bisa lihat nggak ke Hong Kong, nanti dihitung-hitung di situ, dari segi tarif kemahalan atau tidak, sayang kalau nanti nggak ada yang naik," kata M Taufik di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Senin (10/7/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Taufik, anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Bestari Barus, mengatakan hal yang sama. Bahkan dia menyebut dana kunjungan ke Hong Kong memakai anggaran DPRD.
"Tenang saja, nanti dana dari kita," ucapnya dalam kesempatan yang sama.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi mengatakan tidak menutup kemungkinan melakukan kunjungan ke Hong Kong. Pasalnya, mereka harus mempelajari betul karena ini merupakan proyek yang besar.
"Ya kalau memang perlu kita lihat, kenapa tidak gitu lho? Ini kan masalah bukan proyek kecil, ini proyek besar," kata Prasetyo, yang ikut dalam kunjungan.
Dalam MRT fase 1 ini, proses pembangunan sudah mencapai 74,48%. Rencananya, proyek ini akan beroperasi pada 1 Maret 2019 dan diperkirakan dapat menarik penumpang hingga 173.000 orang per hari. (lkw/elz)











































