"Akan kami rekonstruksi wajah pelaku dengan sketsa. Karena kejadiannya cepat ini akan menjadi satu handicap buat kita serta korban yang sudah pulih nanti untuk bisa memberikan keterangan terkait pelaku itu bagaimana ciri-cirinya," kata Kapolres Jakarta Timur Kombes Andry Wibowo di Mapolres Jakarta Timur, Jl Matraman No 22, Jaktim, Senin (10/7/2017).
Andry menjelaskan, untuk pemeriksaan saksi-saksi, polisi sudah memintai keterangan dari istri Hermansyah dan petugas Jasa Marga yang sempat memberikan pertolongan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada barang bukti yang sudah diamankan. Kami simpan baik-baik dan akan kita uji, sehingga nanti ketika terungkap perkara ini bisa menjadi bagian dari konstruksi alat bukti," sambungnya.
Pembacokan itu bermula ketika Hermansyah dan adiknya mengendarai mobil secara beriringan dari Jakarta menuju Depok. Hermansyah mengendarai mobil Avanza dengan nomor polisi B-1086-ZFT.
Ketika itu, mobil yang dikendarai adik Herman terlibat kejar-kejaran dan saling pepet dengan mobil sedan sehingga mobil adiknya kesenggol. Hermansyah berinisiatif membantu adiknya dengan mengejar mobil sedan tersebut.
Dari arah belakang ada mobil Honda Jazz yang merupakan teman pengendara mobil sedan memepet mobil Hermansyah. Saat berada di Km 6 Tol Jagorawi, mobil Hermansyah disuruh menepi dan diminta membuka pintu dan turun dari mobil oleh pelaku yang berjumlah lima orang. Dalam kesempatan itulah para pelaku menyerang Herman.
Akibat kejadian itu, Hermansyah mengalami luka di bagian pergelangan tangan, kepala, dan leher. Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, setelah dirawat di RS Hermina, Depok, Jawa Barat. (adf/dhn)











































