"Itu kan (maunya) PKB (yang meminta Khofifah tak maju di Pilgub). Kita kan NasDem," kata Wasekjen Nasdem Willy Aditya saat dihubungi, Senin (10/7/2017).
"Kita masih mendalami secara intensif (memajukan Khofifah)," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Willy, selain Khofifah, ada satu nama lagi yang masih terus dipertimbangkan oleh NasDem. Nama tersebut adalah Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Untuk menunjukkan keseriusan NasDem di Pilgub Jatim, lanjut Willy, partai pimpinan Surya Paloh tersebut juga sedang menimbang dua nama untuk dijadikan cawagub.
"Di kalangan internal juga ada beberapa nama wakil yang kita bahas, seperti Hasan Aminudin dan Rendra Kresna," sebutnya.
Untuk itu, NasDem masih terus mempelajari hasil survei internal yang mereka lakukan untuk nantinya mengumumkan siapa pasangan cagub-cawagub yang akan mereka usung. Tak hanya itu, DPP NasDem juga berencana memanggil pengurus DPD NasDem Jatim untuk membahas siapa cagub dan cawagub yang akan diusung dalam Pilgub Jatim.
"Rencananya bulan ini kita akan mengundang pengurus Jatim ke DPP untuk membahasnya (pengusungan cagub Jatim)," terang Willy.
"Dua nama itu (Khofifah dan Gus Ipul) yang menjadi perhatian khusus DPP," imbuhnya.
Sebelumnya, Cak Imin meminta Khofifah tetap berkonsentrasi pada jabatannya saat ini sebagai Menteri Sosial alias tak maju dalam Pilgub Jatim. Alasannya, PKB dan kiai NU sudah sepakat mengajukan Saifullah Yusuf alias Gus Ipul sebagai cagub Jatim periode 2018-2023.
"Kami serius mendorong keluarga besar NU harus bersatu, termasuk Bu Khofifah. Kami meminta Bu Khofifah tetap melanjutkan karya-karya cemerlangnya di Kementerian Sosial," kata Cak Imin melalui keterangan tertulisnya, Senin (10/7).
Khofifah, kata Cak Imin, adalah salah satu kader NU yang paling dibanggakan warga nahdliyin. Sebagai Menteri Sosial, Khofifah telah mampu berkontribusi besar bagi umat dan rakyat. "Bukan hanya di Jatim, tapi di seluruh Indonesia," kata dia.
"Tugas berat membutuhkan NU yang kompak, NU yang solid, yang umatnya saling percaya. Menguatkan NU berarti mengokohkan NKRI. Bagi PKB, belum kami temukan tugas politik lain yang lebih penting daripada ini," tambah dia. (bis/imk)











































