Buntut Senjata BIN, Sekuriti Bandara Hasanuddin Diperiksa
Rabu, 04 Mei 2005 17:34 WIB
Ambon - Kasus pencurian pistol milik anggota BIN Suheru tidak hanya menyeret petugas di Bandara Pattimura saja. Polres Ambon dan Pulau-pulau Lease mengembangkan sayapnya hingga Makassar.Dalam waktu dekat Polres Ambon akan memeriksa petugas keamanan Bandara Hasanuddin. Namun Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Jefri D Juniarta tidak mengungkapkan identitas petugas tersebut. "Yang bersangkutan bertugas mengambil barang milik penumpang pada security box," kata Jefri kepada detikcom di Mapolres, Jl. Latumeten, Ambon, Rabu, (4/5/2005).Selain petugas keamanan, Polres Ambon juga akan memeriksa pilot dan co pilot Lion Air. "Semua yang berhubungan dengan kasus ini akan kami periksa," tandasnya.Polres Ambon memang terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang yang terkait dengan kasus tersebut. Siang tadi, giliran pimpinan Koperasi Angkasa Pura (Kopkakura) Bandara Pattimura Laha yang menjalani pemeriksaan di bagian reskrim Polres Ambon. Pemeriksaan berlangsung sekitar dua jam. "Pimpinannya kami periksa karena Kopkakura yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini," tegas Juniarta.Saat ditanya, apakah pihak Lion Air juga akan dipanggil, Juniarta menyatakan, kasus ini terus dalamproses pengembangan. "Jadi ada juga kemungkinan pihak Lion Air kami panggil. Masalahnya antara pihak Kopkakura dan Lion Air ada kontrak kerjasama berkaitan dengan karyawan yang dipekerjakan," tandasnya.Sebelumnya sudah 11 orang dipanggil sebagai saksi dalam kasus ini. Sebagian besar saksi adalah karyawan bagian portir Kopkakura.Hilangnya pistol jenis FN milik anggota BIN ini juga mengungkap hilangnya barang-barang milik penumpang Lion Air selama ini. Karena dalam pemeriksaan beberapa tersangka mengaku sebelumnya juga telah melakukan pencurian terhadap barang-barang milik penumpang Lion Air. Disinggung mengenai adanya jaringan atau sindikat dalam kasus ini, Juniarta belum dapat memastikannya. "Kami masih terus mengembangkan penyidikan. Jadi belum dapat dipastikan apakah ada sindikatnya atau tidak," imbuhnya.
(umi/)











































