Jaringan Bom Panci Bandung Beda dengan Bom Kampung Melayu

Jaringan Bom Panci Bandung Beda dengan Bom Kampung Melayu

Hakim Ghani - detikNews
Senin, 10 Jul 2017 14:34 WIB
Jaringan Bom Panci Bandung Beda dengan Bom Kampung Melayu
Foto: Bupati dan Kapolres Garut gelar jumpa pers (Hakim-detikcom)
Garut - Dua warga Garut, Jabar, terlibat peristiwa teror bom akhir-akhir ini. Ahmad Sukri ditangkap karena bom panci Kampung Melayu dan Agus Wiguna ditangkap terkait bom panci di Buahbatu, Bandung. Namun polisi menegaskan, 2 teror bom tersebut tidak memiliki kaitan.

Kapolres Garut AKBP Novri Turangga mengatakan, hal tersebut merupakan sebuah kebetulan. Mengenai pelaku yang berdomisili di Garut, Novri juga memastikan hal itu juga kebetulan.

"Akhir-akhir ini memang banyak kejadian aksi terorisme yang (pelakunya) berasal dari Garut. Namun, bukan berarti warga Garut itu banyak terorisnya, cuman kebetulan saja memang secara-berturut-turut dari Garut," ungkap Novri kepada wartawan di Mapolres Garut, Jalan Sudirman, Senin (10/7/2017).

Novri mengatakan, sejauh ini belum ditemukan indikasi kaitan kedua pelaku bom tersebut. Dia memastikan pelaku teror itu tidak bergerak dalam jaringan yang sama.

"Bukan, tidak satu jaringan. Sejauh ini kami belum menerima laporan bahwa keduanya satu jaringan," katanya.

Guna mencegah warga Garut menjadi pelaku teror lagi, pihaknya kini semakin gencar melakukan deteksi terhadap kelompok-kelompok radikal. Novri mengatakan, pihaknya juga meminta kepada masyarakat untuk sama-sama mengawasi pelaku kejahatan teror.

"Tentunya dalam menjalankan tugas, polisi tidak mungkin bisa berjalan sendiri tanpa adanya bantuan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat. Kita sama-sama awasi, jika ada kegiatan mencurigakan silahkan laporkan kepada kami," pungkas Novri.

Sementara itu, Bupati Garut Rudy Gunawan mengimbau kepada warganya agar tidak terpengaruh pasca beberapa kejadian teror bom yang melibatkan dua orang warganya.

"Tetap tenang, percayakan semuanya kepada pihak kepolisian. Tetap awasi juga lingkungan sekitar. Jika ada yang mencurigakan, laporkan ke polisi," ungkap Rudy Gunawan di tempat yang sama.

(rvk/dhn)


Berita Terkait