Keempat anggota Dit Polair tersebut adalah AKP Gusti, Bripka Supriyadi, Bripka Santoso, dan Bripka Dika. Penghargaan diberikan langsung oleh Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo.
AKP Gusti mengatakan keikutsertaan mereka di Satgas 115 buatan Presiden berada di Tim Penyidik 1. Ketua Tim Satgas dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Satgas ini dibentuk sejak November 2015 dan masih berjalan sampai sekarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama ia ikut serta dalam tim satgas tersebut, wilayah operasi pemberantasan illegal fishing, menurutnya, sampai wilayah Papua, Papua Barat, Maluku, Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Batam, Kepulauan Riau, dan Aceh. Banyak suka-duka yang ditemui tim saat melakukan pemberantasan pencurian ikan, khususnya pelaku dari luar negeri.
"Dukanya di dalam penyidikan, kami concern penyidikan. Kendalanya di kesulitan bahasa. ABK cenderung orang asing dari Vietnam, Thailand, China, itu saja sih," ucapnya.
Mewakili tim satgas, Dika mengatakan penindakan terhadap upaya pencurian ikan tidak hanya saat satgas ada. Di daerah yang memiliki perairan, pengamanan terhadap upaya pencurian ikan seharusnya tetap berjalan.
"Di level daerah, yaitu Dit Polair Polda, yang bertanggung jawab di perairan lebih melaksanakan aturan yang ada, baik dari pusat maupun daerah," katanya.
Penghargaan anggota Polri berprestasi juga diberikan kepada Brigadir Novrizal Dwi Farizky, anggota Polsek Cikupa, Tangerang. Piagam penghargaan diberikan atas keberaniannya menangkap pelaku pencurian kendaraan bermotor dengan mempertaruhkan nyawa.
Atas prestasi dan keberanian anggotanya, Kapolda Banten Brigjen Listyo Sigit Prabowo meminta mereka terus memberikan keteladanan kepada anggota yang lain.
"Silakan ciptakan prestasi baru yang dampaknya dirasakan oleh masyarakat dan terkait tugas pokok kita penegakan hukum dan kamtibmas," ujarnya. (bri/rvk)











































