Petani Tambusai Robohkan Pagar Rumah Gubernur Riau
Rabu, 04 Mei 2005 16:02 WIB
Pekanbaru - Sekitar 200 petani dari Tumbusai Kabupaten Rokan Hulu-Riau melakukan aksi demo ke rumah dinas Gubernur Riau, Rusli Zainal, Rabu (4/5/2005). Pagar rumah Gubernur pun roboh.Ratusan petani ini mengamuk kerana kecewa tidak bisa bertemu dengan pemimpin nomor satu di Riau itu. Awalnya aksi demo ini berjalan damai di pintu samping sebelah utara rumah dinas Gubernur Riau, Jl Diponegoro, Pekanbaru.Keinginan kelompok tani untuk bertemu dengan gubernur, dihalangi puluhan Satpol Pamong Praja (PP). Tingkah Satpol PP yang dianggap over acting itu, menyulut kamarahan para demonstran. Walhasil massa pun mendobrak pintu pagar rumah dinas hingga roboh.Setelah merobohkan pintu pagar besi setinggi 2 meter itu, demonstran memaksa umasuk ke halaman rumah dinas yang luasnya lebih dari 2 hektar itu. Melihat aksi ini, Satpol PP tetap menahan para mereka agar tetap di luar pagar. Aksi dorong-mendorong pun terjadi. Nyaris terjadi bentrok.Untunglah salah satu pentolan massa bisa menenangkan. Akhirnya massa petani dari Kabupaten Rokan Hulu -- sekitar 200 km arah utara Pekanbaru -- sepakat untuk menunggu Gubernur Riau, Rusli Zainal menemui mereka.Kabarnya, Rusli pada Rabu sore ini baru kembali dari kunjungan kerjanya ke sejumlah kabupaten di Riau. "Kita akan tetap menunggu gubernur untuk menerima kita. Kita harus bertahan di sini," teriak salah seorang petani.Aksi demo petani ini merupakan aksi susulan atas sengketa lahan milik mereka dengan PT Surya Dumai. Perusahaan perkebunan kelapa sawit milik Martias itu mereka tuding telah merampas tanah ulayat yang disulap menjadi kebun sawit tanpa ada ganti rugi.Malah sengketa lahan ini telah merenggut 3 korban nyawa petani setempat yang terjadi pada 20 November 2004 silam. Petani itu dibunuh Satpam PT Surya Dumai.
(nrl/)











































