DetikNews
Minggu 09 Juli 2017, 17:19 WIB

Melawan, Komplotan Preman Modus Ganjal ATM Ditembak Polisi

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Melawan, Komplotan Preman Modus Ganjal ATM Ditembak Polisi Foto: Dok. Polresta Pekanbaru
Pekanbaru - Polresta Pekanbaru menangkap 3 komplotan preman bermodus ganjal kartu ATM. Satu pentolannya ditembak karena melakukan perlawanan.

Kapolresta Pekanbaru, Kombes Susanto mengungkapkan hal itu kepada detikcom, Minggu (9/7/2017). Santo menjelaskan, komplotan ini melakukan tindak kejahatan menguras uang dalam ATM yang selalu macet kartunya karena diganjal.

Para pelaku adalah, Lukman Nurul Hakim (42), Waldi Dinata (40) yang keduanya berasal Kecamatan Payakumbuh Barat, Kota Payah Kumbuh, Sumatera Barat (Sumbar). Satu pelaku lagi, Rama Putra (45) asal Kota Rengat Kab Inhu, Riau.

"Mereka ini komplotan spesialis pencurian uang di ATM dengan cara mengganjal kartu. Mereka punya peran masing-masing, ada sopir, satu berperan menolong dan satu mengambil uang," kata Susanto.

Menurut Susanto, dari tiga tersangka itu, otak pelaku Lukman Hakim yang pertama kali ditangkap. Saat ditangkap, dia melakukan perlawanan.

"Tim terpaksa melakukan tindak tegas dan terukur. Dua kali dilakukan penembakan di kakinya karena melawan," kata Susanto.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bimo Aryanto menambahkan, dalam kasus ini pihaknya sudah banyak menerima laporan dari para korban yang uangnya berkurang direkening setelah ATM tak bisa keluar dari mesin.

Para korban, kata Bimo, biasanya terjebak saat kartu ATM-nya tidak bisa keluar dari mesin. Tempat masuk ATM sengaja diganjal komplotan ini dengan batang korek api. Di sinilah nanti satu pelaku berpura-pura menolong dengan memberikan nomor HP yang disebut sebagai operator dari pihak bank.

"Yang berperan sebagai operator bank akan memberikan keterangan bahwa rekening telah diblokir dengan mengatakan tidak masalah kartu ATM tetap di dalam. Namun sebelumnya pelaku meminta nomor PIN ATM. Inilah cara mereka yang selanjutnya mengambil ATM dan menguras seluruh uang yang ada," kata Bimo.

"Terhitung sejak 2017, ada belasan laporan yang kita terima terkait kasus ganjal ATM ini. Dari sana kita melakukan penyelidikan yang akhirnya mengarah ke tiga pelaku," kata Bimo.

Dari tangan tersangka, kata Bimo, pihaknya menyita belasan kartu ATM dari berbagai bank. Selain itu satu unit mobil Avanza nomor polisi BA 1518 VA juga disita dari komplotan tersebut.

"Komplotan ini sudah menguras uang para korbannya yang jumlahnya puluhan juta rupiah. Mereka ini selama beroperasi di Pekanbaru tidurnya di hotel," kata Bimo.

Menurut Bimo, komplotan ini ditangkap pada Jumat (7/7). Para pelaku ditangkap dengan adanya informasi bahwa mereka kembali masuk Pekanbaru.

"Setelah dikembangkan, kita mengetahui keberadaan mereka menginap di Hotel Pangeran. Dari sana mereka kita tangkap. Kita masih dalami kasus ini. Karena bisa jadi mereka ini juga pernah melakukan aksi yang sama di daerah lain," tutup Bimo.



(cha/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed