DetikNews
Minggu 09 Juli 2017, 17:20 WIB

Organisasi Sayap PDIP Tagih Janji Pemerintah Bubarkan HTI

Bartanius Dony - detikNews
Organisasi Sayap PDIP Tagih Janji Pemerintah Bubarkan HTI Diskusi Banteng Muda Indonesia soal pembubaran HTI (Foto: Bartanius Dony/detikcom)
Jakarta - Banteng Muda Indonesia (BMI) yang merupakan organisasi sayap PDI-P menagih janji pemerintah soal pembubaran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Mereka menilai jika terlalu lama dibiarkan, HTI akan membahayakan Pancasila.

"HTI ingin mengubah Indonesia yang berdasarkan Pancasila menjadi Indonesia yang berdasarkan khilafah," ujar Sekjen BMI, Maxilmina Munir, dalam diskusi di kantornya, Jl Cianjur, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (9/7/2017).



Menko Polhukam Wiranto memang sudah mengatakan pemerintah akan membubarkan HTI. Namun, hingga kini belum ada tindakan lebih lanjut soal pembubaran itu.

Saat ini, menurut Munir, HTI masih terus melakukan kampanye ke seluruh Indonesia. Kampanye HTI itu disebut Munir adalah untuk mengganti Pancasila dengan sistem khilafah.

"HTI terus melakukan kampanye, bukan dakwah ya, ke seluruh Indonesia. Kita menagih janji pak Wiranto dan Pak Joko Widodo untuk membubarkan HTI," imbuhnya.

Sementara itu, ketua DPN PKPI, Donny Gahral mengatakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan pemerintah untuk membubarkan HTI. Cara pertama adalah dengan prosedur hukum, atau dengan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu).

Namun yang lebih penting, menurut Donny adalah ideologi khilafah harus dilarang tumbuh di Indonesia.

"Apa kita bisa khilafah itu sebagai ideologi terlarang? Bisa, tentu bisa. Pancasila itu basisnya nasionalisme, sedangkan Hizbut Tahrir itu internasionalisme," kata Donny, yang juga menjadi pemateri dalam diskusi ini.

Lantas ia memberikan contoh, di Jerman, ideologi Nazisme dilarang meski ada kebebasan berpendapat.

"Di Jerman, kebebasan berpendapat dibatasi. Nazi sebagai ideologi itu dilarang. Tidak bisa dilindungi oleh kebebasan berpendapat," jelas Donny.

Senada dengan mereka, Ketua Pemuda Hanura, Wisnu Dewanto menegaskan apa yang dilakukan pemerintah untuk membubarkan HTI sudah tepat.

Menurutnya, bangsa Indonesia kuat berkat kemajemukan dan perbedaan.

"Kita kuat karena perbedaan, bilamana HTI masuk dalam sebuah syiar, asasnya adalah khilafah, itu akan membongkar konstitusi kita," pungkas Wisnu.
(brt/erd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed