Beda dengan Istri Jenderal, Kapolri Lepas Jam di Bandara Manado

Beda dengan Istri Jenderal, Kapolri Lepas Jam di Bandara Manado

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikNews
Minggu, 09 Jul 2017 13:20 WIB
Beda dengan Istri Jenderal, Kapolri Lepas Jam di Bandara Manado
Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika melewati pemeriksaan di Bandara Sam Ratulangi (Foto: Dok. Istimewa)
Jakarta - Insiden penamparan yang melibatkan Joice Warouw, istri Brigjen (Purn) Johan Sumampouw, sempat mencuat. Joice pun menampar petugas aviation security (avsec) di Bandara Sam Ratulangi, Manado, yang sebelumnya sempat terlibat pertikaian gara-gara urusan jam tangan.

Beda dengan Istri Jenderal, Kapolri Lepas Jam di Bandara ManadoKapolri Jenderal Tito Karnavian ketika melewati pemeriksaan di Bandara Sam Ratulangi (Foto: Dok. Istimewa)

Pemeriksaan berupa jam tangan dan ikat pinggang atau apa pun benda berunsur logam memang sudah menjadi hal mendasar di bandara. Kepala Biro komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) JA Barata mengatakan prosedur pemeriksaan itu sudah menjadi standar terhadap siapa pun.

Barata lalu menceritakan ketika Kapolri Jenderal Tito Karnavian yang juga mengikuti seluruh prosedur itu ketika memasuki Bandara Sam Ratulangi, Manado, pada Minggu (9/7) sekitar pukul 10.00 Wita.

Beda dengan Istri Jenderal, Kapolri Lepas Jam di Bandara ManadoKapolri Jenderal Tito Karnavian ketika melewati pemeriksaan di Bandara Sam Ratulangi (Foto: Dok. Istimewa)


"Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengikuti seluruh prosedur pemeriksaan ketika memasuki daerah keamanan terbatas Bandara Sam Ratulangi Manado, Minggu (9/7) sekitar pukul 10.00 Wita, termasuk di antaranya melepas seluruh peralatan yang mengandung unsur logam yang melekat di tubuh, antara lain ikat pinggang dan jam tangan," ujar Barata dalam keterangannya, Minggu (9/7/2017).

Baca Juga: Jenderal Sukanto, Kisah Kapolri Miskin

Barata pun berharap apa yang dilakukan Tito menjadi contoh yang baik bagi siapa pun dalam mematuhi aturan terutama di dunia penerbangan.

"Semoga menjadi contoh bagi yang lain untuk patuh pada peraturan yang berlaku di dunia penerbangan," ujar Barata.

(dhn/imk)


Berita Terkait