"Kita sudah menyusun konsolidasi partai-partai, memasarkan Pak Marwan Jafar. Kepada yang kecewa-kecewa dengan Pak Ganjar, ayo gabung ke sini (PKB)," kata Muhaimin di sela acara halal bihalal di kediamannya, Jalan Warung Sila, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017).
Disinggung soal elektabilitas Marwan yang menurut hasil survei masih di bawah Ganjar, Muhaimin mengatakan hal tersebut wajar karena elektabilitas inkumben selalu di atas elektabilitas kandidat baru. Pria yang akrab disapa Cak Imin ini mengaku optimis respon masyarakat Jawa Tengah positif terhadap Marwan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait akan menggandeng PDI Perjuangan di Pilgub Jateng 2018, Muhaimin mengaku belum memutuskan hal tersebut. "Itu belum tahu ya," ucap Muhaimin.
Pemilihan Gubernur Jawa Tengah periode 2018-2023 pada tahun depan diperkirakan memakan biaya Rp 992 miliar. Saat ini KPUD Jawa Tengah tengah mengajukan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) kepada pihak pemerintah untuk disetujui.
"Akan ditandatangani KPUD Jawa Tengah dan Gubernur pada Agustus mendatang," kata Ikhwanudin disela-sela acara peresmian Rumah Pintar KPUD Brebes, Jumat (7/7/2017) siang.
Pada Pilgub nanti, sesuai data DPT Pilpres 2014, di Jawa Tengah ada sekitar 12 juta pemilih. KPUD Jateng nantinya akan melakukan pemutakhiran data pemilih sesuai dengan data penduduk saat ini.
Beberapa orang yang dikabarkan akan berkompetisi di kontestasi ini adalah keponakan Ketum Gerindra Prabowo Subianto Rahayu Saraswati, Sudirman Said, Ketua DPD Gerindra Jateng Abdul Wachid, Waketum Gerindra Ferry Juliantono, Gubernur Petahana yang juga politikus PDIP Ganjar Pranowo, Wali Kota Solo FX Rudy dan Bupati Kudus Musthofa.
(aud/dnu)










































