"Semua saya sampaikan karena nggak bisa penanganan dalam satu wilayah itu misalkan 'saya fokus di sini', nggak bisa, karena penanganannya ini pasti semua berkaitan jadi harus komprehensif. Jadi semua saya presentasikan," ujar Risma dalam seleksi Nirwasita Tantra Award 2017 di gedung Manggala Wanabakti, Jl Jenderal Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017).
Risma menyebut adanya anggapan salah mengenai pengelolaan lingkungan yang dianggap merugikan perekonomian. Padahal kenyataannya menurut Risma berbeda.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) berfoto bersama usai menjadi pembicara di seleksi Nirwasita Tantra Award, Sabtu (8/7/201 Foto: Nathania Riris Michico-detikcom |
"Justru kita tingkatkan lingkungan kita menjadi baik, ekonomi kita makin baik. Itu yang terjadi di Surabaya begitu," imbuh Risma.
Risma menampik anggapan yang menyebut semakin banyaknya ruang terbuka hijau berdampak pada tersendatnya ekonomi warga. Justru bertambahnya ruang terbuka hijau di Surabaya untuk menunjang pemasukan bagi warga.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) berfoto bersama usai menjadi pembicara di seleksi Nirwasita Tantra Award, Sabtu (8/7/201 Foto: Nathania Riris Michico-detikcom |
Bahkan saat ini Risma sedang membangun 102 lapangan olah raga untuk meningkatkan kualitas hidup sehat sekaligus perekonomian warga Surabaya.
"Kami kan bangun banyak lapangan, tahun ini aja sampai 102 lapangan itu, lapangan olahraga untuk warga, nah itu sering kali kan disampaikan 'nanti kan nggak bisa jadi uang', ternyata pertumbuhan ekonomi kita jadi naik," imbuh Risma.
(nth/fdn)












































Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) berfoto bersama usai menjadi pembicara di seleksi Nirwasita Tantra Award, Sabtu (8/7/201 Foto: Nathania Riris Michico-detikcom
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Risma) berfoto bersama usai menjadi pembicara di seleksi Nirwasita Tantra Award, Sabtu (8/7/201 Foto: Nathania Riris Michico-detikcom