"Ya, lumayanlah karena kita belum persiapan khusus. Biasanya kalau sudah ada keputusan baru kemudian lebih giat sosialisasi, elektabilitas biasanya naik," ujar Aher di Gedung Manggala Bhakti, Jakarta Selatan, Sabtu (8/7/2017).
Namun, Aher tidak ingin terbuai dengan hasil survei-survei. Dia menyebut survei di kancah Pilgub Jabar sering kali meleset.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaca pada pengalamannya di Pilgub tahun 2008 dan 2013, Aher yang mengaku tidak cukup populer dengan para pesaingnya justru unggul dan memenangkan kursi gubernur. Ia mengatakan hasil survei kerap kali berubah jelang hari pencoblosan.
Untuk itu, ia pun menyarankan agar berhati-hati dalam melihat peta politik di Pilgub Jabar.
"Tahun 2008 dulu saya kan nggak diunggulkan, tapi bisa menang. Tahun 2013 saya juga nggak diunggulkan karena ada yang lebih populer, tapi titik akhirnya menang juga, makanya hati-hati dengan (Pilgub) Jawa Barat ya surveinya sering kali tidak terlalu akurat," terang Aher.
"Karena perubahan-perubahan itu sangat cepat, khususnya di hari-hari terakhir menjelang Hari H pencoblosan," tambahnya.
(nth/rvk)











































