Pelaku Bom Poso Kemungkinan Kelompok Teroris Baru
Rabu, 04 Mei 2005 14:28 WIB
Jakarta - Modus operandinya memang lama. Tapi tidak tertutup kemungkinan ada kelompok teroris baru yang bermain dalam aksi pengeboman di Poso. Polisi pun masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.Hal itu dikatakan Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suyitno Landung usai acara peresmian Bangunan Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan akses jalan tol Jagorawi RS Raden Suryo Soekanto di Kramat Jati Jakarta Timur, Rabu (4/5/2005)."Saat ini memang ada kelompok yang sedang disidik oleh Polda Sulawesi Tengah yang sering melakukan kegiatan semacam itu. Namun memang kalau kita lihat dari bahan-bahannya, bom rakitan itu biasa digunakan orang sana untuk nelayan," jelasnya.Diakuinya, memang operasi kelompok tersebut menggunakan modus operandi yang lama. Tapi mengenai kelompok ini baru atau lama, masih dilakukan pendalaman."Jika memang benar ini adalah kelompok baru, apakah ada namanya atau tidak, nanti kita jelaskan," kata Suyitno.Mengenai keterkaitan peristiwa dua bom Poso pada 28 April 2005 dengan 3 orang yang diduga kuat anggota jaringan pengebom Bali dan Hotel JW Marriott yang ditangkap 30 April 2005 di Poso, dia mengatakan, masih dilakukan pendalaman. "Namun memang dari bahan-bahannya, secara teoritis memiliki kesamaan," ungkapnya.Pada 28 April 2005, pukul 19.45 WITA, sebuah bom meledak di saluran air di depan Kantor Pusat Resolusi Konflik dan Perdamaian (PRKP) Poso, atau sekitar 50 meter arah timur dari rumah dinas Kapolres Poso AKBP Soleh Hidayat.Bom kedua meledak pukul 21.40 WITA, hanya selang 2 jam. Lagi-lagi di depan kantor sebuah LSM, yakni di saluran air di depan Kantor Lembaga Penguatan Masyarakat Sipil (LPMS) Poso.Kedua peristiwa bom itu diduga didalangi kelompok yang sama terkait aktivitas beberapa LSM yang getol menyoroti dugaan korupsi dana bantuan pengungsi Poso.Pada 29 April 2005, polisi mengumumkan sudah menangkap satu dari empat tersangka pengeboman, dengan satu senjata yang disita. Polisi menduga mereka merupakan kelompok Amiruddin. Meski demikian polisi belum bisa menyingkapkan motif pengeboman.
(sss/)











































