Julianto mengaku risi terus ditelepon oleh perempuan berinisial A yang dia kenal pada 2016 di media sosial. Terlebih perempuan tersebut memaksa untuk bertemu dengan orang tua Julianto.
"Saya kan mulai risi ditelepon terus, follow up segala macam. Dari situ dia bilang, 'Saya harus ketemu ibu kamu buat minta restu, saya minta KTP kamu.' Saya tanya buat apa, tapi dia terus maksa, bilang kalau tidak (diberi), dia bunuh diri. Lalu saya turuti untuk kirim foto KTP saya," kata Julianto saat ditemui detikcom di kediamannya di kawasan Matraman, Jakarta Timur, Jumat (7/7/2017) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejak itu, saya sebal sama dia, karena hampir sekian menit saya ditelepon terus. Saya juga risi kan, jadi saya blok semua akun dia, terus saya enchanted semua chat dia," kata Julianto.
Dikatakan Julianto, sejak dirinya menutup komunikasi, A aktif di media sosial dan menjalin pertemanan dengan teman-teman Julianto di dunia maya. "Di Facebook dia add semua teman saya. Kemudian nggak berapa lama teman-teman kompak nanyain ke saya kenal nggak sama A ini. Ke teman-teman, saya bilang kenal, tapi kenal baru semingguan," katanya.
Sejak menutup komunikasi dengan A, Julianto langsung kebanjiran pesanan makanan lewat aplikasi Go-Food, bahkan ada juga pesanan barang elektronik lewat Go-Box. Julianto menduga A adalah perempuan yang melakukan pemesanan fiktif atas nama dirinya tersebut.
"Nah, dari Go-Box itu saya baru tahu profil pemesannya atas nama saya, e-mail juga, cuma nomornya yang beda-beda. Bahkan setiap ditelepon yang (jawab) suaranya selalu cewek. Nomornya juga selalu ganti-ganti, bahkan belum selesai (soal Go-Box), Go-Food datang lagi," ujar Julianto. (adf/jor)











































