"Itu salah satunya yang kita cermati karena informasi itu muncul di fakta persidangan dan kita telusuri indikasi suap. Saat terjadi indikasi baru akan kita dalami aspek pengurusan anggaran. Tapi sekuat mana informasi itu ditelusuri, proses pencarian bukti akan dilakukan," tutur Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta, Jumat (7/7/2017).
Sudah banyak kasus korupsi serupa yang pada akhirnya menarik nama anggota DPR. Namun, yang pasti, hingga kini KPK masih berfokus terhadap kasus inti yang menjerat pejabat Bakamla. Soal pelebaran hingga ke anggota DPR, akan dicek kekuatan informasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Ada Nama Anggota DPR Disebut Dapat Jatah di BAP Suami Inneke
Dalam sidang 7 April 2017, nama sejumlah anggota Komisi XI disebut dalam sidang lanjutan pengadaan satelit monitoring. Nama para anggota Dewan itu muncul dalam berita acara pemeriksaan (BAP) Fahmi Darmawansyah.
"Di-BAP Saudara nomor 31 huruf C, 18 Januari 2017, Saudara berikan keterangan dari penyampaian Saudara Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi bahwa peruntukan uang sebesar 6 persen dari nilai proyek satelit monitoring sebesar Rp 400 miliar, yang saya berikan kepada Ali Fahmi alias Fahmi Al Habsyi, adalah untuk urus proyek satelit monitoring Bakamla tersebut melalui Balitbang PDIP Saudari Eva Sundari," ujar jaksa KPK Kiki Ahmad Yani membacakan BAP Fahmi sat menjadi saksi dalam sidang di PN Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Jumat (7/4).
"Anggota DPR RI Komisi I Fayakun Andriadi, Komisi XI Bertus Merlas, Doni Imam Priambodo, Wisnu dari Bappenas dan Kementerian Keuangan tapi namanya lupa. Itu keterangan saudara?" lanjut jaksa Kiki membacakan BAP Fahmi dalam persidangan.
"Betul," jawab Fahmi singkat
Sedangkan dalam persidangan Rabu, 3 Mei, Fahmi Darmawansyah ditanya soal peran Ali Fahmi alias Fahmi Habsyi terkait proses penganggaran proyek Bakamla di parlemen
Baca juga: Bos MTI Sebut Anggota DPR Fayakhun Diduga Terima Duit Proyek Bakamla
"Pada proses penganggaran tahu nggak? Bahwa memang ada peran Ali Habsyi sama anggota DPR?" tanya jaksa kepada Fahmi dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/2017).
"Tahu saya, Pak," jawab Fahmi.
"Bisa disebutkan nama DPR-nya siapa?" tanya jaksa KPK.
"Jadi itu ada Fayakhun (Fayakhun Andriadi, red), Bertu (Komisi XI Bertus Merlas, red) saya nggak kenal ini orang. Fayakhun saya kenal. Komisi I DPR, dapil DKI," bebernya.
Suami Inneke Koesherawati itu mengaku mengenal Fayakhun, yang merupakan anggota Komisi I DPR, rekanan TNI dan Kementerian Pertahanan.
KPK juga pernah memeriksa Fayakhun pada Selasa, 25 April 2017. Setelah menjalani pemeriksaan, Fayakhun irit bicara. Dia hanya mengaku seluruh pertanyaan dari penyidik KPK telah dijawab.
"Saya sudah bertemu dengan pemeriksa, sudah menjawab pertanyaan-pertanyaan," kata Fayakhun di KPK.
(nif/jor)











































