Jika dikelompokkan, jumlah penumpang pada arus mudik pada H-10 hingga H1 (15-25 Juni 2017) sebanyak 3,57 juta penumpang. Sementara itu, pada arus balik, yaitu H2 hingga H+8 (26 Juni-4 Juli 2017), sebanyak 2,55 juta penumpang. Diprediksi arus balik melalui bandara AP II akan terus bertambah hingga H+20 atau sampai 16 Juli 2017.
Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, pergerakan penumpang sebanyak 3,6 juta orang pada H-10 sampai H+7. Dengan perincian arus mudik tercatat 2,51 juta dan arus balik 1,45 juta penumpang.
President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan secara umum kegiatan operasional dan pelayanan bandara selama angkutan lebaran (angleb) berjalan normal, lancar, dan nyaman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal menambahkan, pada angleb ini terjadi peningkatan signifikan jumlah extraflight, dari 689 extraflight pada angleb 2016 menjadi 1.639 extraflight pada angleb 2017.
"Namun ternyata performa maskapai justru membanggakan dilihat dari tingkat ketepatan waktu atau on time performance, yang mencapai 80%." lanjut Awal.
Oleh karena itu, pihaknya mengapresiasi kepada maskapai, ground handling, regulator, dan seluruh stakeholder terkait.
"Sehingga kita semua dapat mewujudkan pemenuhan on time performance atau OTP yang merupakan salah satu indikator kesuksesan penyelenggaraan angkutan Lebaran," tutur dia.
Awal melanjutkan, pemenuhan OTP ini juga didorong pengaturan jadwal yang baik di bandara, khususnya terkait extraflight serta diperpanjangnya jam operasional bandara-bandara AP II hingga pukul 24.00 WIB.
"Jam operasional ini di samping Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, dan Kualanamu yang sudah beroperasi 24 jam," jelas Awal.
Awal juga mengklaim standar pelayanan selama periode angleb tahun ini juga meningkat seiring dengan beroperasinya terminal baru di sejumlah bandara AP II.
Terminal dan bandara baru itu antara lain Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Internasional Supadio di Pontianak, dan Terminal 3 di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Lalu lintas angleb sebesar 60% berada di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Oleh karena itu, kami meyakini Terminal 3, yang merupakan terminal termodern dan termegah di Indonesia, memiliki peran penting dalam menyukseskan angleb secara keseluruhan," jelas Awal.
Sebagai informasi, Terminal 3 dioperasikan pertama kali untuk angkutan Lebaran pada tahun ini. Beroperasinya Terminal 3 sangat membantu mengurangi kepadatan di Terminal 1 dan 2 dan menciptakan lebih banyak ruang bagi penumpang.
Terminal 3 juga dilengkapi fasilitas penunjang sehingga standar pelayanan dapat meningkat. Apresiasi atas penyelenggaraan angleb yang sukses di bandara-bandara AP II juga sempat disampaikan oleh para menteri di Kabinet Kerja.
Antara lain Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Agus Santoso, dan Sekjen Kemenhub Soegihardjo. (ega/ega)











































