7 Posisi Masih Kosong, Pemerintah Terpilih Irak Dilantik
Rabu, 04 Mei 2005 13:30 WIB
Jakarta - Pemerintahan baru Irak yang terpilih pertama kali secara demokratis dalam sejarah negeri itu, dilantik di tengah gelombang kekerasan yang terus terjadi. Pelantikan kabinet tetap dilakukan meski masih ada tujuh posisi menteri yang kosong.Posisi menteri yang masih kosong itu termasuk Menteri Perminyakan dan Menteri Pertahanan. Demikian seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Rabu (4/5/2005).Anggota kabinet yang diambil sumpahnya mencakup 16 menteri dari Syiah Arab, sembilan dari etnis Kurdi, empat Sunni dan seorang penganut Kristen. Seremoni pelantikan dilangsungkan di sebuah balai pertemuan di wilayah Zona Hijau yang dijaga ketat oleh pasukan AS.Perdana Menteri (PM) Irak Ibrahim al-Jaafari menyalahkan lambannya pengisian posisi di kabinet pada perseteruan etnis Sunni. Menurutny, masalah ini akan diselesaikan dalam waktu dua atau hari. "Namun kami tidak terburu-buru," ujar PM kepada wartawan usai upacara pelantikan. "Kami ingin agar pilihan tersebut diterima oleh seluruh rakyat Irak," imbuhnya.Pemerintahan al-Jaafari punya waktu kurang dari delapan bulan untuk menyelesaikan tugas utamanya: menyusun konstitusi baru hingga pertengahan Agustus mendatang dan mengajukannya pada referendum sebelum 15 Oktober 2005. Jika disetujui, pemilihan umum baru harus dilaksanakan pada 15 Desember, sesuai aturan transisi Irak.
(ita/)











































