Tak Mau Pindah, Rumah Pensiunan TNI AU Diputus Paksa

Tak Mau Pindah, Rumah Pensiunan TNI AU Diputus Paksa

- detikNews
Rabu, 04 Mei 2005 13:06 WIB
Jakarta - Untuk memutus aliran listrik, 10 petugas PLN perlu membawa tiga truk tentara. Pengawalan sebanyak itu diperlukan karena arus listrik yang PLN putus adalah kompleks tentara.Pemutusan arus listrik dilakukan dengan mencopoti sekering listrik rumah-rumah para anggota TNI AU di Komplek Triloka, belakang Plasa Aldiron, Pancoran, Jaksel, Rabu (4/5/2005). Petugas PLN dan pengawalnya yang mengenakan segaram TNI AU datang pukul 12.00 WIB. PLN memutus paksa listrik di kawasan strategis itu karena penghuninya menunggak membayar ongkos.Kompleks Triloka terdiri dari 101 rumah. Sebanyak 75 rumah kini dihuni pensiunan TNI AU. Nah, pensinan inilah yang jadi korban. Penghuni menuding pemutuskan listrik itu karena mereka tidak mau pindah dari kompleks meski telah purna bakti.Tapi aksi itu tidak mulus. Para penghuni melawan. Bak buk bak buk! Bentrokan kecil antara tentara aktif dan seniornya yang sudah pensiun tak terhindarkan. Namun para tentara pengawal PLN memilih mundur. Mereka kini berkeliling-keliling kompleks di atas truk."Tahun lalu juga ada kayak gini, tapi terus dialog dan ada kesepakatan," kata Krisna, salah seorang anak pensiunan TNI AU pada detikcom.Kala itu Komandan Detasemen TNI AU Kolonel Wahyudin hadir dalam dialog dan meminta para pensiunan meninggalkan rumah dinas tersebut. Dia menjanjikan akan memberikan ganti rugi. Para pensiunan juga dicarikan perumahan baru dengan cara mencicil Rp 150 ribu/bulan."Kita menerima tawaran itu. Terus kita datangi Mabes TNI AU. Tapi Kolonel Wahyudin membantah semua omongannya. Dia menyebut cicilan rumah jadi Rp 800 ribu/bulan dan tidak ada ganti rugi," cerita Krisna.Para pensiunan itu sebanarnya mau saja disuruh pindah. "Tapi omongan dia (Kolonel Wahyudin) selalu berubah-ubah," keluhnya.Krisna juga menegaskan, para purnawirawan tidak pernah menunggak PLN. "Kalau PLN ikut datang bersama aparat itu karena mereka diancam. Mereka ketakutan. Saya sangat ingat Wahyudin mengancam kalau nggak mau pindah, awas," tutur Krisna.Saat ini Krisna dan para tetangganya tengah berkumpul. Mereka akan melakukan perlawanan jika PLN dan pengawalnya itu kembali mencopoti sekering listrik. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads